MUNA, EDISIINDONESIA.id – Sorotan negatif akan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna dr. LM Baharuddin kembali terjadi.
Pasalnya, salah seorang keluarga pasien LI (inisial) mengaku kecewa dengan pelayanan di RSUD Muna terkait tidak adanya petugas di kamar jenazah.
Dia menyebut, seluruh penindakan atau pengurusan jenazah dikerjakan oleh pihak keluarga tanpa ada petugas dari rumah sakit.
“Pasien meninggal sejak pukul 09.00 wita, pada hari Selasa 20 Juni 2023. Kami sesalkan di kamar jenazah tidak ada petugas. Mayat dari pagi sampai sore berada dikamar jenazah. Jadi, pihak keluarga semua yang urus sampai dengan dimasukkan kedalam peti,” ungkapnya dengan kesal.
LI mengaku pihaknya bahkan sampai mengamuk di RSUD Muna, akibat hal tersebut.
Belum lagi, jenazah yang seharusnya diberangkatkan ke kampung halamannya di Provinsi Papua pada sore hari (dengan pesawat) dibatalkan.
“Tiket kami sudah pesan terpaksa dibatalkan dan kita menunggu lagi kapal malam. Kasian jenazah. Tidak becus pelayanan di RSUD Muna itu,” cetusnya.
Menurutnya, petugas yang menyuntikan formalin dihubungi oleh pihak rumah sakit ketika keluarga korban sudah mengamuk.
“Harusnya dari awal mereka katakan kalau memang tidak ada petugas, supaya kami carikan orang luar. Uang juga pihak keluarga sudah siapkan, jika itu yang mereka tunggu,” kesalnya.
Atas peristiwa tidak mengenakan itu, LI berharap ada pembenahan secara serius khususnya pelayanan di RSUD Muna. Sehingga, tidak terjadi lagi hal yang sama menimpa pasien.
“Direkturnya mesti bertanggung jawab. Pelayanan masih saja terus mendapat sorotan.” timpalnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Muna dr. Muhamad Marlin yang ingin dikonfirmasi terkait hal tersebut, tidak bersedia untuk ditemui guna memberikan konfirmasi, dengan alasan hendak mengikuti zoom meeting.
“Diarahkan bertemu Kabid Humas karena pak direktur mau zoom meeting,” kata salah seorang petugas Rumah sakit.
Alih-alih begitu, nyatanya Kabid Humasnya pun yang coba dikonfirmasi tidak berada ditempat. (**)
Comment