“Kado Terindah” dari PT CNI di HUT Sutra Banjir, Walhi Sultra: Copot IUP PT CNI

KOLAKA, EDISIINDONESIA.id – Bencana banjir yang merendam tiga desa dan dua kelurahan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) beberapa waktu lalu. Yang mengakibatkan sawah, tambak dan rumah warga rusak.

Diduga banjir itu datang dari jebolnya kolam pengendapan perusahaan PT Ceria Nugraha Indotama (PT CNI).

Atas peristiwa itu, Ketua Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sultra, Andi Rahman mengatakan, seharusnya akibat banjir yang diberikan PT CNI. Pemerintah Provinsi Sulewesi Tenggara harus bertindak dengan tegas.

Sebab, banyak masyarakat di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka yang menjadi korban.

“Seharusnya pihak Pemprov Sultra juga harus bertangung jawab, karena banjir yang terjadi tentunya dari kebijakan mereka (pemprov Sultra red). Telah memberikan ruang khusus terhadap perusahaan, tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan yang akan terjadi,” katanya saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Rabu (10/5/2023).

Pada akhirnya, lanjut Andi, kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Sultra terhadap aktivitas PT CNI hanya memberikan dampak negatif.
terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Sehingga pada akhirnya yang terus-terus menjadi korban adalah masyarakat,” ujarnya

Selain itu, Andi meminta kepada pihak Pemprov Sultra agar mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT CNI.

Karena, kalau peristiwa ini terus dibiarkan akan semakin besar dampak negatif yang diberikan PT CNI dan semakin banyak masyarakat yang menjadi korban.

“Kalau ini terus dibiarkan, banyak wilayah kelola masyarakat rusak, lahan produktif rusak serta deforestasi hutan yang, kemudian akan bertambah besar,” jelasnya.

“Saya kira banjir kemarin itu salah satu kado terindah yang diberikan PT CNI kepada pemerintah Pemprov Sultra yang di hari ulang tahun Bumi Anoa,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Operasional PT CNI, Yusram Rantesulu, adanya limpasan aliran air pada permukaan jalan poros trans sulawesi depan jalur jalan masuk PT CNI sepanjang kurang lebih 20 meter diakibatkan curah hujan deras yang terjadi pada Senin (8/5).

Limpasan air disebabkan tersumbatnya gorong-gorong dan drainasi akibat adanya pekerjaan proyek preservasi jalan Wolo (Pelebaran jalan poros wolo trans sulawesi) yang sementara dikerjakan.

“Adanya air limpasan yang terjadi di jalan poros, akibat terjadinya sumbatan gorong-gorong dan drainase yang berkapasitas kecil karena pada lokasi terdapat proyek pekerjaan pelebaran jalan poros wolo trans Sulawesi yang masuk dalam WIUP PT CNI,” kata Direktur Operasional PT Ceria Nugraha Indotama, Yusran, Selasa (9/5/2023).

Menurut Yusram, adanya pekerjaan proyek preservasi jalan Wolo-BTS- Kota Kolaka, pihak PT CNI telah bersurat kepada Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sultra tertanggal 14 Oktober 2022, perihal permohonan diskusi drainase di STA 39-311 dan STA 44–834, dimana sebelumnya telah dilakukan diskusi dengan bagian Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) tanggal 10 dan 11 Oktober 2022 terkait proyek pelebaran jalan tersebut. (**)

Comment