KONSEL, EDISIINDONESIA.id – Aksi blokade jalan yang menghubungkan Kecamatan Angata – Andoolo terus dilakukan warga Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra).
Aksi blokade tersebut buntut kecewaaan warga. Khusunya jalur yang menghubungkan Angata-Andoolo yang tak kunjung dapat perhatian pemerintah.
Dihari ketiga aksi, massa yang tergabung sempat memanas dengan kehadiran Camat Angata. Pasalnya, Camat Angata memaksakan diri dan meminta kepada massa aksi untuk membuka blokade gegara alat berat.
Kordinator Lapangan (Korlap) aksi, Indra Dapa, cukup menyayangkan sikap tak terpuji dari seorang Camat Angata.
Pasalnya, Camat Angata mengeluarkan kata-kata ancaman yang akan membenturkan antara desa tempat blokade jalan dan warga yang dari kampung asal Camat Angata, yakni Desa Puusanggula dan Desa Puao.
“Cukup disayangkan pernyataan dari Camat Angata. Bagaimana mungkin pemerintah mau membenturkan kami dengan masyarakat lain,” ungkapnya.
Kata Indra, jangan mengancam untuk membubarkan aksi blokade dengan jalan membenturkan massa aksi dengan masyarakat lain.
“Kami tidak minta dukungan, akan tetapi jangan ancam kami. Karena itu, kami minta Camat Angata untuk meminta maaf atas apa yang sudah diucapkan,” pungkasnya. (**)
Comment