EDISIINDONESIA.id- PSSI berharap tragedi Kanjuruhan tak membuat FIFA membatalkan Piala Dunia U-20 di Indonesia. Tragedi berdarah itu terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, usai peluit akhir lanjutan Liga 1 2022-2023 antara tuan rumah Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam.
Kekalahan 2-3 tuan rumah membuat Aremania, suporter Arema, mengamuk dan masuk ke lapangan. Kondisi ini direspons berlebihan aparat kepolisian yang menembakkan gas air mata ke arah tribune penonton.
Sontak, situasi tersebut membuat penonton di tribune kocar-kacir. Banyak yang akhirnya terjatuh dan terinjak-injak. Korban pun berjatuhan.
Menurut data Komnas HAM, sebanyak 153 korban meninggal, termasuk dua orang anggota kepolisian. Sementara Polda Jawa Timur merilis 129 korban meninggal.(**)
Comment