Diduga Berselingkuh, Siswa SMAN 12 Konawe Usir Oknum Guru PPPK dari Lingkungan Sekolah

KONAWE, EDISIINDONESIA.id- Suasana di lingkungan SMA Negeri 1 Puriala yang kini resmi berganti nama menjadi SMA Negeri 12 Konawe, Sulawesi Tenggara, memanas dan menjadi sorotan pada Senin (2/11/2026). Sejumlah siswa secara tegas menolak kehadiran Widia Astuti, guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Penolakan itu diduga berkaitan erat dengan kasus yang menyeret nama guru tersebut dalam dugaan perselingkuhan dan itu pelanggaran berat yang sempat menyita perhatian publik.

Salah satu siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan menyatakan sikap itu lahir dari kekecewaan mendalam. Peristiwa tersebut dinilai telah mencoreng nama baik sekolah.

“Kami mengusir guru perempuan tadi karena mencederai nama baik sekolah,” ujarnya tegas.

Para siswa menegaskan, seorang pendidik wajib menjaga kehormatan profesi dan menjadi teladan. Langkah penolakan ini mencerminkan keresahan yang meluas di kalangan peserta didik. Mereka berharap pihak sekolah mengambil langkah tegas agar suasana kegiatan belajar mengajar tetap kondusif dan kepercayaan terhadap institusi pendidikan tidak semakin merosot.

Kepala Sekolah SMA Negeri 12 Konawe, Sumardin, membenarkan kejadian tersebut.

“Iya, tadi para siswa mengusir Ibu Widia Astuti,” akunya.

Namun, ia mengaku posisinya terbatas. Pihak sekolah tidak bisa mengambil keputusan sendiri, karena kedua oknum yang terlibat justru diperintahkan oleh Inspektorat Provinsi Sulawesi Tenggara untuk kembali bertugas.

“Mereka hanya datang ke sekolah untuk mengabsen tanpa mengajar,” ungkap Sumardin.

Hingga kini, kasus yang melibatkan Widia Astuti bersama Iksan Saputra masih terus berjalan, baik melalui proses hukum maupun pemeriksaan kode etik di instansi terkait.(**)

Comment