Longsor di Konut, PT KDI: Fokus Evakuasi, Serahkan Penyelidikan ke Pihak Berwenang

KONUT, EDISIINDONESIA.id— PT Kelompok Delapan Indonesia (KDI) buka suara menyusul musibah longsor yang terjadi di kawasan operasional perusahaan di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara.

Manajemen menyatakan berduka cita, memprioritaskan penanganan korban, dan berjanji kooperatif dalam setiap proses investigasi.

Kuasa Hukum sekaligus Juru Bicara PT KDI, Didit Hariadi, S.H., S.Sos., CMLC., menyampaikan duka mendalam kepada seluruh pekerja yang terdampak beserta keluarga.

“Atas nama manajemen PT KDI, kami sampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada para pekerja yang terdampak dan keluarga mereka,” ujar Didit dalam keterangan resmi, Selasa (22/9/2026).

Segera setelah menerima laporan, perusahaan langsung mengerahkan upaya pencarian, evakuasi, serta identifikasi korban. Saat ini, penanganan korban dan komunikasi dengan keluarga menjadi prioritas utama.

Didit mengimbau masyarakat tidak mendahului hasil resmi pihak berwenang terkait jumlah maupun identitas korban. Ia juga menanggapi video yang beredar di media sosial berisi keterangan seseorang mengenai kronologi kejadian.

“Keterangan dalam rekaman tersebut merupakan informasi dari lapangan yang perlu diverifikasi. Tidak bisa langsung dijadikan kesimpulan akhir mengenai penyebab maupun urutan peristiwa,” tegasnya.

Penyebab kejadian, lanjut Didit, harus ditetapkan melalui pemeriksaan menyeluruh — mencakup kondisi lokasi, keterangan saksi, aspek teknis, dokumen, serta hasil kajian instansi berwenang. Pertanyaan terkait penerapan prosedur keselamatan kerja pun tidak dapat disimpulkan sebelum proses pemeriksaan tuntas.

“Apakah ada pelanggaran SOP atau tidak, tidak tepat jika dinilai berdasarkan informasi sepihak. Semua akan diuji berdasarkan fakta, dokumen, dan hasil pemeriksaan pihak berwenang,” jelasnya.

PT KDI menegaskan kesiapan sepenuhnya mendukung proses hukum. “Kami akan kooperatif, memberikan informasi yang dibutuhkan sesuai aturan, dan tidak akan menghalangi penyelidikan apa pun,” janji Didit.

Perusahaan juga mengajak masyarakat berhati-hati menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, demi menghormati keluarga korban dan mencegah kesalahpahaman.

“Fokus utama saat ini adalah penanganan korban, kepastian informasi bagi keluarga, serta menjaga proses berjalan secara profesional dan hukum yang berlaku,” pungkas Didit, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim, warga, dan pihak terkait yang membantu upaya evakuasi.(**)

Comment