Usai Makan MBG, 57 Siswa di Kendari Keracunan, Sampel Makanan Diamankan

KENDARI,EDISIINDONESIA.id— Sebanyak 57 siswa dari tiga sekolah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, diduga sakit setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat, 18 September 2026. Makanan tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Baruga, Kendari.

Para siswa yang mengeluhkan sakit langsung dibawa ke berbagai tempat pelayanan kesehatan. Hingga pukul 21.50 Wita malam itu, penyebarannya sebagai berikut:

Rumah Sakit Dewi Sartika: 20 orang

Puskesmas Ranometo: 7 orang

Rumah Sakit Bahteramas: 4 orang

Puskesmas Lepo-Lepo: 23 orang

Tiga siswa lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan. Salah satu sekolah yang terdampak diketahui MTs Al Askar, sedangkan dua sekolah lainnya masih dikonfirmasi.

Pemerintah Langsung Turun Tangan

Sekretaris Satgas MBG Kota Kendari, Abdul Rauf, menyatakan pihaknya segera bergerak begitu menerima laporan.

“Saya langsung ke lokasi. Pemerintah kota proaktif menangani anak-anak kita. Yang penting mereka sehat kembali pemerintah bertanggung jawab,” ujarnya.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kendari, Elvi, menjelaskan gejala yang dialami antara lain mual, muntah, dan pusing. Pihaknya juga terus memantau siswa lain yang ikut makan makanan yang sama.

“Kalau ada siswa yang merasa sakit, segera bawa ke fasilitas kesehatan,” imbau Elvi.
Kabar baiknya, hingga Jumat malam tidak ada siswa yang sampai kehilangan kesadaran. Sebagian besar kondisinya sudah membaik setelah mendapat perawatan.

Sampel Akan Diperiksa

Dinas Kesehatan sudah mengamankan sisa makanan yang dimakan para siswa untuk diperiksa di laboratorium. Hasil pemeriksaan ini akan menjelaskan apa penyebab pastinya.

Sampai sekarang, belum ada rencana memindahkan siswa ke rumah sakit yang lebih besar karena kondisi mereka dinilai masih bisa ditangani di tempat yang ada. Namun jika jumlah korban bertambah, pihak berwenang siap mengatur pelayanan ke tempat lain.

Pemerintah Kota Kendari masih memantau kondisi para siswa dan menunggu hasil uji sampel makanan.(**)

Comment