EDISIINDONESIA.id- Lamine Yamal mengirim pesan tegas dan penuh kepercayaan diri jelang laga semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol melawan Prancis. Penyerang muda berusia 19 tahun ini menegaskan, justru kubu Les Bleus-lah yang seharusnya merasa khawatir menghadapi La Furia Roja.
Dua hari setelah genap berusia 19 tahun, Yamal menyebut pertandingan ini sebagai “laga terpenting dalam hidup saya”, di mana tiket ke partai puncak menjadi taruhan utama. Meski laga diprediksi bakal berlangsung sangat ketat, pemain Barcelona ini sama sekali tak merasa gentar bahkan ia memindahkan seluruh tekanan ke kubu lawan.
Kepercayaan diri Yamal didasari oleh performa tim, rekor pertemuan, serta gaya main yang diyakininya mampu menentukan hasil akhir.
“Jika ada pihak yang harus merasa takut, itu mereka (Prancis). Kami sudah pernah menyingkirkan mereka sebelumnya,” ujar Yamal dengan tegas.
“Kami mengakui kami berdua adalah tim yang luar biasa—menurut saya dua tim terbaik di turnamen ini. Tapi satu hal yang pasti: kami tidak takut sedikit pun,” tambahnya.
Rekor Memihak Spanyol, Fase Grup Tak Jadi Tolok Ukur
Yamal menyoroti catatan pertemuan terbaru yang sangat menguntungkan Spanyol. La Furia Roja telah mengalahkan Prancis di dua laga krusial belakangan ini, yaitu semifinal Euro 2024 dan semifinal UEFA Nations League 2025.
“Mereka belum pernah mengalahkan kami sejak Euro. Dan sampai kapan pun, mereka tidak mungkin lebih baik dari kami,” tegasnya.
Mengenai performa gemilang Prancis di babak penyisihan grup—yang mencatat enam kemenangan beruntun dan melesakkan 16 gol—Yamal menilai hal itu tak terlalu berarti di fase gugur.
“Fase grup tidak berarti apa-apa di sini. Lihat saja apa yang dialami Jerman, itu buktinya,” ucapnya santai.
Ia juga menepis anggapan Prancis memiliki keunggulan fisik atau intensitas permainan yang tak tertandingi. “Tidak ada tim yang tak terkalahkan di dunia ini. Saya yakin tak ada satu pun tim yang sanggup berduel satu lawan satu seimbang dengan kami di seluruh area lapangan,” jelasnya.
Spanyol pun berjanji tak akan mengubah identitas permainan. “Kami akan tetap bermain dengan gaya khas kami, menjaga penguasaan bola, dan tampil berani sepenuhnya,” janjinya.
Hadiah Ulang Tahun: Juara Piala Dunia!
Tak hanya bicara soal tim, Yamal juga mematok target pribadi yang ambisius. “Saya punya keyakinan penuh: tahun inilah kami yang akan mengangkat trofi Piala Dunia. Kemenangan melaju ke final, bahkan menjadi juara, adalah hadiah ulang tahun terbaik yang bisa saya dapatkan,” ucapnya.
Soal beban laga besar, ia mengaku menikmatinya. “Saya tak merasakan tekanan. Saya hanya akan tampil sebaik kemampuan saya—tidak lebih, tidak kurang. Saat kita berikan segalanya di lapangan, rasa berat itu tak akan terasa.”
Tanggapan Prancis: Tak Terpengaruh Ucapan
Pihak Prancis pun memberikan tanggapan dingin namun tegas. Bek Ibrahima Konate menegaskan timnya tak tergoyahkan pernyataan Yamal.
“Apakah kami takut pada Spanyol? Sama sekali tidak. Kami tak terlalu mempedulikan ucapan apa pun sebelum pertandingan dimulai. Kami tak perlu takut pada siapa pun,” ujar Konate, Senin (13/7/2026).
Sementara itu, Jules Kounde rekan setim Yamal di Barcelona—memahami betul maksud ucapan juniornya. “Saya tak pernah merasa Lamine kurang menghormati kami. Saya kenal dia sangat baik: itu bukan sombong, melainkan bentuk kepercayaan diri sekaligus motivasi besar baginya untuk tampil maksimal,” ungkap Kounde, Selasa (14/7/2026).(edisi/bola)
Comment