EDISIINDONESIA.id– Prancis akan memulai perjalanan di fase gugur Piala Dunia 2026 saat menghadapi Swedia dalam laga babak 32 besar, Rabu (1/7/2026) pukul 04.00 WIB.
Pertandingan ini berlangsung di Stadion New York New Jersey, tempat yang juga menjadi lokasi penyelenggaraan partai puncak turnamen tersebut.
Les Bleus melaju ke babak selanjutnya sebagai juara Grup I dengan poin sempurna setelah tampil sangat dominan sepanjang babak penyisihan. Sebaliknya, Swedia berhasil menembus fase gugur dari posisi ketiga di grupnya dengan mengumpulkan empat poin.
Laga ini menjadi ujian pertama bagi Prancis di sistem gugur, sekaligus menjadi tolok ukur keseriusan mereka dalam meraih hasil terbaik di ajang sepak bola empat tahunan ini.
Prancis tampil sempurna di Grup I yang juga dihuni Senegal, Irak, dan Norwegia. Mereka mencetak total 10 gol dan hanya kebobolan dua kali. Kemenangan telak 4-1 atas Norwegia, di mana Ousmane Dembele mencetak tiga gol sekaligus, membuktikan bahwa ancaman serangan Prancis tidak hanya bergantung pada Kylian Mbappe.
Kedalaman skuad yang dimiliki juga menjadi alasan utama tim ini diproyeksikan menjadi salah satu favorit juara.
Rekam jejak mereka juga sangat meyakinkan, yakni menjadi juara dan runner-up pada dua edisi Piala Dunia terakhir. Meski begitu, jalan menuju puncak diprediksi tidak akan mudah.
Jika terus melaju, Prancis berpeluang menghadapi Jerman di babak 16 besar, Belanda atau Maroko di perempat final, serta Spanyol di babak semifinal. Pelatih Didier Deschamps telah menyatakan akan mengundurkan diri setelah turnamen ini, sehingga ia memiliki misi terakhir untuk membawa timnya meraih kejayaan sekali lagi.
Sementara itu, perjalanan Swedia di babak grup terasa naik turun. Mereka sempat menang atas Tunisia, kalah telak 1-5 dari Belanda, lalu bermain imbang 1-1 melawan Jepang.
Dalam tiga laga tersebut, Swedia mencetak tujuh gol namun juga kebobolan sebanyak tujuh kali. Hasil itu membuat mereka finis di posisi ketiga dengan empat poin, sekaligus menghadapi tantangan berat saat berhadapan dengan tim sekelas Prancis.
Ketidakstabilan penampilan ini sebenarnya sudah terlihat sebelumnya, mengingat Swedia bahkan tidak pernah menang satu kali pun dalam babak kualifikasi. Bagi mereka, bisa menembus fase gugur sudah merupakan pencapaian tersendiri, apalagi tim ini absen dalam tiga dari empat edisi Piala Dunia terakhir.
Jika terhenti di babak 32 besar, ini akan menjadi penyisiran paling cepat yang dialami Swedia sejak edisi tahun 1990.
Dari sisi kekuatan tim, bek Prancis William Saliba yang sempat diistirahatkan saat melawan Norwegia karena keluhan punggung diprediksi sudah siap diturunkan. Dayot Upamecano dipastikan tetap menjadi andalan di jantung pertahanan.
Di lini tengah, Aurelien Tchouameni dan Adrien Rabiot kemungkinan besar akan menjadi pilihan utama sesuai gaya bermain yang disukai Deschamps. Sedangkan di lini depan, Kylian Mbappe akan menjadi ujung tombak utama dengan target mencetak gol kelimanya di turnamen ini, didukung oleh Michael Olise, Ousmane Dembele, dan Desire Doue.
Sementara itu, Swedia akan mengandalkan kecepatan Anthony Elanga yang sempat mencetak gol jarak jauh saat melawan Jepang untuk menguji pertahanan lawan. Alexander Isak dan Viktor Gyokeres juga akan menjadi andalan di lini serang.
Di sektor belakang, Victor Lindelof kemungkinan akan kembali ditarik ke posisi bek mengingat cedera yang dialami Isak Hien. Lucas Bergvall yang sebelumnya menggantikan Hien di lini tengah, diprediksi akan berduet dengan Yasin Ayari.
Berikut adalah Prediksi susunan pemain yang diprediksi akan diturunkan kedua tim:
Prancis: Maignan; Kounde, Upamecano, Saliba, Hernandez; Tchouameni, Rabiot; Olise, Dembele, Doue; Mbappe.
Swedia: Zetterstrom; Lagerbielke, Lindelof, Gudmundsson; Bernhardsson, Bergvall, Ayari, Stroud; Elanga, Gyokeres, Isak.(edisi/bola)
Comment