KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Kendari menanggapi isu mengenai Raihan Azka Alfara, siswa SMA Negeri 1 Kendari yang dinyatakan tidak lolos seleksi Calon Anggota Paskibraka (Capaska) tingkat Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Badan Kesbangpol Kota Kendari, Fadlil Suparman, menjelaskan bahwa ketidaklolosan Raihan dipengaruhi oleh kondisi fisik, yaitu bentuk kakinya yang tergolong kaki X.
“Maaf baru membalas pesan WhatsApp Anda. Berdasarkan hasil penilaian tim penilai, yang bersangkutan memiliki kondisi kaki X,” ujarnya melalui pesan tertulis.
Menurut Fadlil, seluruh tahapan penilaian dilaksanakan oleh tim penilai yang berwenang. Pihaknya hanya bertugas menerima hasil keputusan tersebut untuk kemudian dimasukkan ke dalam sistem aplikasi pendataan.
“Semua tahapan seleksi dilakukan oleh tim penilai. Kami hanya menerima hasil akhir untuk selanjutnya diinput ke dalam aplikasi,” tegasnya.
Sebelumnya telah diberitakan, Raihan Azka Alfara dinyatakan tidak lolos seleksi Capaska Sultra karena alasan kondisi fisik. Hal ini diungkapkan langsung oleh ibunda Raihan, Adinda Farida. Ia menyebutkan bahwa putranya dinyatakan tidak lulus karena memiliki bentuk kaki X, padahal menurutnya kondisi tersebut tidak terlihat jelas secara kasat mata.
Sebagai informasi, Raihan pernah menjabat sebagai Komandan Peleton pada acara pembukaan Pekan Tilawatil Qur’an (STQ) dan peringatan Hari Ulang Tahun Sultra tahun 2026.
Selain itu, Farida juga menjelaskan bahwa Raihan sebenarnya memiliki nilai yang sangat memuaskan selama proses seleksi. Beberapa nilai yang diperolehnya antara lain: Intelegensia Umum 95,00, Pancasila dan Wawasan Kebangsaan 100,00, serta dinyatakan lolos verifikasi administrasi.(**)
Comment