KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kasus narapidana korupsi tambang inisial S yang kedapatan berkeliaran di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, memasuki babak baru. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari kini melakukan pemeriksaan intensif terhadap petugas pengawalnya yang viral mengantar napi tersebut ke kedai kopi.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rutan Kelas II A Kendari, La Ode Mustakim, mengakui bahwa narapidana S memang keluar dari rutan secara resmi untuk menghadiri sidang Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Kendari pada Selasa (14/4/2026) pagi.
“Yang bersangkutan keluar berdasarkan surat panggilan sidang dan dikawal oleh satu orang petugas kami. Namun, muncul permasalahan saat perjalanan pulang menuju rutan usai persidangan,” ungkap Mustakim di Kendari, Selasa.
Mustakim menjelaskan, berdasarkan laporan awal, petugas dan narapidana tersebut memang sempat singgah untuk salat dan makan siang. Momen inilah yang terekam media dan menimbulkan kesan seolah napi tersebut bebas berkeliaran.
Namun, Mustakim menegaskan bahwa tim internal Rutan Kendari bersama tim dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sultra tengah melakukan pemeriksaan terpisah terhadap petugas pengawal maupun narapidana S untuk menggali kronologi sebenarnya.
“Kami sedang melakukan langkah-langkah pemeriksaan. Kami pastikan jika ada kecerobohan atau kelalaian dari petugas yang mengawal, akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku, termasuk kepada narapidana tersebut,” tegasnya.
Ia menambahkan, sanksi bagi narapidana yang terbukti melanggar prosedur bisa berupa penangguhan hingga pencabutan hak-hak tertentu, seperti remisi. Narapidana S sendiri merupakan terpidana kasus korupsi dengan vonis lima tahun penjara dan diperkirakan baru akan bebas murni pada tahun 2030.
Mustakim berjanji akan segera menyampaikan hasil pemeriksaan lengkap kepada publik setelah proses konfrontasi keterangan antara petugas dan narapidana selesai dilakukan dalam waktu dekat.
Sebelumnya, narapidana inisial S terlihat berada di salah satu warung kopi di sekitar kawasan Eks MTQ Kendari, diduga bertemu dengan para pengusaha tambang dan pihak KSOP Kendari.(**)
Comment