KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mengembangkan potensi pariwisata di Bumi Anoa dengan memprioritaskan perbaikan akses infrastruktur bagi wisatawan, Rabu (11/3/2026).
Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Ridwan Badallah, mengatakan langkah pengembangan pariwisata tersebut diawali dengan pembenahan akses menuju destinasi wisata agar lebih mudah dijangkau pengunjung.
Menurut Ridwan, perbedaan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Wakatobi dan Buton Selatan menjadi salah satu indikator pentingnya peningkatan infrastruktur.
Ia mengungkapkan bahwa selama ini pariwisata Sultra lebih sering menyoroti Wakatobi sebagai destinasi unggulan. Namun, berdasarkan data kunjungan wisatawan, jumlah pengunjung ke Buton Selatan justru lebih banyak dibandingkan Wakatobi.
“Selama ini kan pariwisata kita sering bicara terkait Wakatobi sementara faktanya jumlah wisatawan disana sangat kecil. Bahkan Buton Selatan lebih banyak dari Wakatobi, ternyata akses,” kata Ridwan.
Lebih lanjut, Ridwan menjelaskan bahwa pihaknya menginisiasi pembangunan kawasan wisata yang dimulai dari Kendari sebagai titik awal pengembangan.
Kemudian, pengembangan destinasi akan dilanjutkan ke sejumlah lokasi wisata seperti Pulau Hari, Tanjung Kartika, Saponda Laut, Saponda Dalam, hingga Pulau Bokori.
Ia menambahkan, konsep pengembangan pariwisata tersebut telah mendapat persetujuan dari Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Selain mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, pengembangan potensi pariwisata ini juga diyakini mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sultra.
Pemprov Sultra berharap, melalui penguatan akses infrastruktur dan promosi destinasi, sektor pariwisata dapat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. (**)
Comment