Ramai Fenomena Rental iPhone Jelang Lebaran, Banyak Anak Muda Ingin Terlihat Sukses

EDISIINDONESIA.id – Fenomena rental iPhone untuk kebutuhan flexing saat Lebaran semakin marak di berbagai daerah. Praktik ini ramai diperbincangkan di media sosial, terutama di kalangan anak muda yang ingin terlihat sukses saat momen silaturahmi Idulfitri.

Pengamat Sosial Universitas Gadjah Mada (UGM), Hempri Suyatna, menilai fenomena tersebut mencerminkan adanya pergeseran makna Lebaran di tengah masyarakat.

Menurut Hempri, perubahan sosial memengaruhi cara masyarakat memaknai Idulfitri dibandingkan masa lalu.

“Pada masa lalu, masih sangat kental bahwa Lebaran adalah momentum silaturahmi antaranak dengan orang tua, antarsaudara, antarkerabat, dan sebagainya,” kata Hempri, Rabu (4/3/2026).

Hempri menilai, dalam perkembangannya, Lebaran kini juga dimaknai sebagai ajang menunjukkan simbol kesuksesan yang bersifat materialistik.

“Memang kemudian terjadi banyak proses perubahan sosial, di antaranya Lebaran dimaknai dengan konteks flexing, sebuah ajang untuk pamer kemewahan,” kata Hempri.

Ia mencontohkan, sebagian anak muda merasa perlu memamerkan mobil, pakaian baru, hingga gawai premium seperti iPhone demi mendapatkan pengakuan sosial. Bahkan, ada yang rela menyewa atau meminjam perangkat teknologi agar terlihat sukses di hadapan keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Artinya sudah terjadi pergeseran sosial yang sangat signifikan di dalam masyarakat. Banyak kalangan muda yang agar dianggap sukses dan sebagainya, mereka meminjam iPhone atau berbagai alat-alat teknologi tinggi,” jelasnya.

Hempri menilai kuatnya pengaruh media sosial menjadi faktor utama di balik fenomena rental iPhone saat Lebaran. Media sosial membentuk standar kesuksesan yang diukur dari kepemilikan barang bermerek dan bernilai tinggi.

“Makna kesuksesan selalu diukur dengan hal-hal yang kemudian basisnya adalah materialistik, misalnya pamer baju, pamer iPhone baru, pamer mobil baru, dan sebagainya,” tuturnya.

Ke depan, Hempri mendorong adanya kampanye positif di media sosial untuk mengembalikan makna Lebaran sebagai momen silaturahmi, refleksi diri, serta bakti kepada orang tua. (edisi/bs)

Comment