EDISIINDONESIA.id– Situasi geopolitik yang memanas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berdampak besar pada berbagai sektor, termasuk dunia olahraga. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Federasi Sepak Bola Iran memberikan sinyal potensi mundurnya negara tersebut dari pentas Piala Dunia 2026.
Respon Atas Serangan Militer AS: Iran Absen di Piala Dunia?
Rumor mundurnya Timnas Iran diungkapkan langsung oleh Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj. Ia menyatakan bahwa situasi yang terjadi akibat serangan militer AS membuat peluang negaranya tampil di turnamen tersebut semakin kecil.
“Dengan apa yang terjadi hari ini dan serangan dari Amerika Serikat, tampaknya kecil kemungkinan kami bisa menatap Piala Dunia. Namun keputusan ada pada otoritas olahraga,” ujar Taj, dikutip Minggu (1/3/2026).
Keikutsertaan Iran Diragukan Sejak Awal
Dalam hitung mundur menuju Piala Dunia 2026, partisipasi Timnas Iran memang sudah diragukan. Iran termasuk dalam daftar pembatasan perjalanan yang diperluas oleh Presiden Donald Trump. Bahkan, Iran sempat memboikot undian fase grup pada akhir 2025 karena sejumlah pejabat tidak mendapatkan visa.
Masalah Visa dan Lokasi Pertandingan di AS
Timnas Iran tergabung di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Pertandingan akan dimainkan di Los Angeles, Amerika Serikat, yang semakin memperumit situasi.
Kompetisi Domestik Dihentikan: Kondisi Iran Tidak Mendukung
Situasi semakin rumit setelah kompetisi domestik di Iran juga dihentikan sementara akibat konflik yang memanas. Faktor-faktor inilah yang membuat partisipasi Timnas Iran di Piala Dunia 2026 menjadi abu-abu.(edisi/fajar)
Comment