Pelecehan Seksual Dialami Gadis Usia 17 Tahun saat Casting Film

EDISIINDONESIA.id – Kasus pelecehan seksual yang dialami Ad gadis 17 tahun, dalam proses casting film thriller psikologis mengungkap sisi gelap manusia, mengundang perhatian serius dari agensi yang terlibat.

Ad mengaku dipaksa berfoto mengangkang dengan modus peran dalam film, yang pada akhirnya menjadi tindakan pelecehan seksual oleh seorang sutradara.

Modus Sutradara dalam Proses Casting

Ad menceritakan bahwa pelecehan tidak terjadi saat casting, melainkan setelah dia dinyatakan lolos. Sutradara menghubunginya lewat aplikasi pesan dan meminta pose mengangkang dengan alasan adegan seolah disiksa.

“(Pakai) celana pendek sama kaus ya, terus kamu foto. Kaki kamu ngangkang buka lebar, tangan kamu diangkat ke atas, pasang wajah panik, takut, ok. Kalau bisa mulut kamu diikat sama kain kirim ke kakak ya hari ini 18.48,” kata Ad menirukan pesan sutradara.

Meski awalnya menolak dengan alasan tidak memiliki kostum, sutradara malah menawarkan untuk membelikannya dan menanyakan ukuran bra, yang menurut Ad merupakan privasi perempuan. Setelah akhirnya mengirim foto sesuai permintaan, Ad menerima komentar yang membuatnya sangat kaget.

“Sumpah bagus banget. Iya gini yang aku mau. Aku mau lihat body kamu soalnya. Uhhh, indah banget sumpah pas ini mah,” ujar sutradara dalam balasan yang diperlihatkan Ad.

Respons Agensi dan Janji Perbaikan

Menanggapi kejadian ini, Donis, pemilik Agency Artis Indonesia (AAI), mengeluarkan permohonan maaf atas kejadian yang dialami Ad. “Kami memohon maaf apabila dalam prosesnya terdapat pihak yang merasa dirugikan atau dikecewakan,” katanya melalui unggahan di media sosial yang diunggah ulang oleh akun gosip Lambe Turah.

Donis menegaskan bahwa kejadian tersebut berada di luar pengetahuan dan keterlibatan AAI serta tim dalam proses casting. “Ke depan, AAI akan melakukan evaluasi dan meningkatkan standar seleksi serta koordinasi agar hal serupa tidak terjadi kembali,” jelasnya.

AAI juga menyatakan posisinya sebagai pihak kedua yang membantu pencarian talent sesuai kebutuhan produksi film dan berkomitmen menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran berharga.

Kekhawatiran Ad dan Dampak Psikologis

Ad mengaku merasa sangat dirugikan dan di-grooming secara psikologis. Ia menghapus foto yang telah dikirim karena khawatir disalahgunakan, meskipun foto tersebut tidak terlalu vulgar dan wajahnya tidak terlihat.

“Lihat dari respons dia, aku langsung hapus. Foto yang dia bilang akan jadi gambaran dia nanti, aku rasa malah digunakan buat hal negatif. Jujur nyesel banget, tapi bersyukur juga aku nggak kirim foto terlalu vulgar dan nggak ada muka aku di situ. Berasa di-grooming,” pungkasnya. (edisi/fajar)

Comment