Warga Kendari yang Sempat Dilaporkan Hilang di Perairan Tanjung Gomo Ditemukan Selamat

KONSEL, EDISIINDONESIA.id – Operasi pencarian dan pertolongan (Ops SAR) terhadap seorang pemancing yang dilaporkan hilang akibat kecelakaan kapal di perairan Tanjung Gomo, Pulau Hari, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), akhirnya membuahkan hasil. Korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat pada Senin (12/1/2026) pagi.

Korban ditemukan sekitar pukul 03.00 WITA oleh kapal KMN Saldi Jaya 05 di perairan Labuan Beropa, sekitar 2,46 Nautical Mile (NM) dari titik lokasi kejadian perkara (LKP).

“Korban ditemukan dalam kondisi lemas dan berpegangan pada longboat miliknya yang terbalik. Selanjutnya korban dievakuasi ke Rigid Inflatable Boat (RIB) dan dibawa ke Dermaga Puasana, Kecamatan Moramo Utara, untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S.

Korban diketahui bernama Ridwan Sukri alias Jurit (60), warga Jalan Bunga Kolosua, Kelurahan Kemaraya, Kota Kendari.

Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, Ops SAR kecelakaan kapal longboat dengan penumpang tiga orang pemancing tersebut resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Sebelumnya, insiden ini terjadi pada Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 20.00 WITA. Tiga orang pemancing berangkat melaut menggunakan longboat pada pukul 18.00 WITA di sekitar perairan Tanjung Gomo. Namun, longboat yang mereka gunakan diterjang badai hingga tenggelam.

Dua orang pemancing lainnya, yakni Rizalman (45) dan Herdin (43), warga Kelurahan Lalowaru, Kecamatan Moramo Utara, berhasil menyelamatkan diri dengan berenang dan naik ke bagang. Sementara satu orang lainnya dilaporkan hilang dan membutuhkan bantuan SAR.

Dalam pelaksanaan Ops SAR, Basarnas Kendari melibatkan berbagai unsur, di antaranya Staf Ops dan Rescuer KPP Kendari, kru KMN Saldi Jaya 05, Polsek Moramo Utara, Babinsa Penambe, aparat kecamatan dan desa setempat, masyarakat sekitar, serta keluarga korban.

Sejumlah peralatan SAR turut dikerahkan, mulai dari rescue car, ambulans, RIB, longboat, alat selam, Aquaeye, hingga peralatan medis dan evakuasi.

Berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca saat operasi berlangsung terpantau berawan dengan potensi hujan ringan, kecepatan angin 2–9 km/jam dari arah barat daya, serta tinggi gelombang sekitar 0,5 meter.

Basarnas Kendari mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pemancing, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan melengkapi diri dengan peralatan keselamatan sebelum melaut guna menghindari kejadian serupa.(**)

Comment