Demi Sultra, Gaji dan Biaya Operasional Gubernur ASR Dialokasikan Untuk Beasiswa

KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Menutup tahun 2025, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka (ASR) menggelar diskusi akhir tahun bersama insan pers di Kendari.

Kegiatan ini menjadi ajang untuk merefleksikan serta memaparkan capaian kinerja Pemprov Sultra selama 10 bulan masa kepemimpinannya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur ASR menyampaikan bahwa sejumlah program prioritas telah dijalankan, antara lain pembangunan dan perbaikan irigasi, serta peningkatan prasarana, sarana, dan utilitas umum di berbagai wilayah.

Program-program ini difokuskan untuk memperkuat konektivitas, mendukung sektor pertanian, dan meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat.

Selain pembangunan, Pemprov Sultra juga berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi sepanjang tahun 2025.

Di antaranya adalah peringkat ketiga nasional dalam kategori Pemerintah Daerah Provinsi dengan Kinerja Terbaik dalam Penyelenggaraan Jalan pada Sutami Award 2025, Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025 sebagai bentuk komitmen tata kelola transparan, serta piagam dari Agen Literasi Indonesia atas dukungan pengembangan literasi.

Tak ketinggalan, Sultra juga mendapatkan Baznas Award 2025 untuk kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia dan apresiasi sebagai Top Pembina BUMD 2025.

Lebih menariknya, Gubernur ASR menyoroti kebijakan khusus yang dijalankannya.

Uang operasional gubernur dialokasikan dan gajinya untuk beasiswa, dan ia menegaskan tidak akan mentolerir penyalahgunaan dana tersebut.

“Uang operasional gubernur saya alihkan untuk beasiswa. Saya marah kalau uang itu dipakai tidak semestinya,” tegasnya.

Tak hanya itu, selama menjabat, gaji gubernur tidak pernah diambil dan diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk komitmen moral sebagai pemimpin daerah dalam mendorong kesejahteraan dan keadilan sosial di Sultra.

Gubernur ASR berharap, diskusi akhir tahun ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan media, serta menjadi ruang terbuka untuk menyampaikan informasi pembangunan secara transparan kepada masyarakat.(**)

Comment