KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kesatuan Aksi Mahasiswa Pelajar Pemuda Sumpuo (Kampus) menggelar dialog interaktif yang mempertemukan para calon Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Halu Oleo (UHO), Kamis (11/12/2025).
Kegiatan ini menjadi ruang bagi para kandidat untuk menjabarkan visi, misi, serta gagasan strategis terkait masa depan demokrasi kampus.
Dialog tersebut mengangkat tema “Tafsir Visi Misi: Prediksi Indonesia 1 Tahun ke Depan Berdasarkan Perspektif Calon Presma UHO”, yang menitikberatkan pada pandangan masing-masing calon dalam melihat arah dinamika kehidupan demokrasi dan pembangunan lingkungan akademik di UHO.
Empat pasangan calon seharusnya hadir, namun hanya tiga yang muncul: paslon nomor 1 Rahmat Hidayat – Nisrawati, paslon nomor 2 Muhammad Fauzan Muhaimin Purnaramadhan – Hermin, dan paslon nomor 4 La Ode Aprianto Yusuf – La Ode Muhammad Amal Muliyawan.
Paslon nomor 3, Fitriyah Nurainun Natiq Mapatarani – Nia Astarina, tidak menghadiri acara.
– Paslon nomor 1 (Rahmat Hidayat) mengusung konsep inklusivitas sebagai pilar utama. Ia menegaskan bahwa BEM harus menjadi wadah yang benar-benar mewakili kepentingan mahasiswa, baik akademik maupun organisasi.
“Kita bisa buatkan platform aspirasi dan kebutuhan mahasiswa baik akademik maupun organisasi,” ujarnya, menambahkan bahwa BEM juga harus menjadi ruang pengembangan diri mahasiswa secara menyeluruh.
– Paslon nomor 2 (Hermin) menekankan pentingnya pengelolaan organisasi yang adaptif di tengah dinamika mahasiswa yang semakin kompleks. “Kita harus lebih adaptif untuk menuju pengelolaan organisasi yang baik,” ungkapnya.
Ia juga memprioritaskan nasionalisme tanpa memandang latar belakang kedaerahan, serta mendorong pembentukan wadah khusus untuk menangani pelecehan seksual di kampus guna melindungi mahasiswa, terutama perempuan.
– Paslon nomor 4 (La Ode Aprianto Yusuf) menawarkan gagasan pemberdayaan UMKM di lingkungan mahasiswa, yang menurutnya bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat. Ia juga menegaskan komitmen untuk menjadi garda terdepan dalam mengawal persoalan yang muncul di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dialog interaktif ini menjadi bagian penting dari rangkaian Pemilihan Umum Raya (Pemira) UHO Tahun 2025.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat melihat lebih jelas kualitas gagasan dan arah kepemimpinan masing-masing kandidat sebelum menentukan pilihan.(**)
Comment