KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Pemerintah Kota (pemkot) Kendari mendorong penguatan gerakan literasi berbasis komunitas melalui Pertemuan Pembelajaran Sebaya (Peer Learning Meeting).
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antar pegiat literasi, komunitas membaca, akademisi, dan pengelola perpustakaan untuk memperkuat ekosistem literasi berkelanjutan.
Mewakili Wali Kota Kendari, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Adriana Musaruddin menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperluas jejaring dan berbagi praktik baik antar komunitas.
“Literasi hari ini bukan lagi soal membaca dan menulis saja, tetapi kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan mengambil keputusan dengan bijak. Karena itu, kolaborasi lintas komunitas menjadi kunci agar gerakan literasi berdampak nyata,” ujar Adriana.
Ia menegaskan komitmen Pemkot Kendari dalam memperkuat budaya literasi melalui layanan perpustakaan digital, pemberdayaan taman baca masyarakat, dan kemitraan strategis dengan berbagai pihak.
Menurut Adriana, gerakan literasi harus dirumuskan secara terarah dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sporadis.
“Sinergi antara akademisi yang memperkuat landasan ilmiah dan komunitas yang bergerak langsung di lapangan dibutuhkan agar program literasi sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Hj. Andi Dadjeng, turut menyoroti tantangan yang masih dihadapi dalam pengembangan literasi daerah seperti keterbatasan sumber daya dan minimnya kolaborasi.
“Pembelajaran sepanjang hayat hanya bisa dicapai jika ada ruang berbagi pengetahuan. Forum ini menjadi wadah reflektif bagi para pegiat literasi untuk meningkatkan kapasitas dan merumuskan strategi bersama,” jelasnya.
Pertemuan ini juga menjadi momentum memperkuat jaringan lintas sektor demi mewujudkan transformasi literasi digital yang inklusif di Kota Kendari.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari akademisi, antara lain Prof. Hanna, M.Pd. dan Dr. Irianto Ibrahim, serta dihadiri Plt. Sekda Kota Kendari, Bunda Literasi Kota Kendari, perwakilan OPD, dan Bunda Literasi dari berbagai kelurahan.(**)
Comment