Konflik Tambang Emas di Luwu: Warga Palang Jalan, Tuntut Janji PT Masmindo

EDISIINDONESIA.id- Aksi protes mewarnai operasional perusahaan tambang emas PT Masmindo Dwi Area di Kabupaten Luwu. Masyarakat Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, memasang palang untuk menutup akses jalan sebagai bentuk kekecewaan terhadap perusahaan yang dinilai ingkar janji terkait реmекегјааn warga lokal.

PT Masmindo Dwi Area (Masmindo) merupakan perusahaan pengembang Proyek Awak Mas Gold yang memiliki lahan seluas 14.390 hektare di Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu. Aksi pemblokiran jalan ini merupakan puncak kekesalan warga atas komitmen perusahaan yang dinilai tak kunjung direalisasikan.

Ketegangan memuncak saat polisi turun tangan melakukan mediasi. Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Jody Darma, bahkan terekam dalam video amatir yang viral, terlibat perdebatan dengan warga. Jody bersikeras akan membuka palang yang dianggap mengganggu aktivitas perusahaan.

“Bapak Ibu semua saya buka, saya menjaga ketertiban keamanan di sini. Kalau memang bapak tidak ada yang mau buka, saya yang buka dari Polres Luwu,” tegas Jody dalam video tersebut.

Warga menentang upaya polisi dan mempertanyakan dasar pembukaan palang tersebut. “Kenapa mesti dibuka, Pak?” tanya seorang warga. Jody berdalih bahwa aksi tersebut mengganggu ketertiban umum, namun warga membantah dengan аргуmеn bahwa kepentingan umum tidak terganggu karena aksi tersebut dilakukan di jalan desa.

“Orang perusahaan bukan masyarakat? Orang perusahaan juga (bagian) masyarakat dan mau lewat,” ujar Jody.

“Makanya kami juga menuntut hak. Kami sebagai penduduk lokal tidak pernah dimasukkan kerja,” timpal warga.

Warga mengaku kecewa karena informasi penerimaan tenaga kerja baru di Proyek Awak Mas justru memicu keresahan, lantaran warga lokal merasa diabaikan. Mereka menuntut реаlіѕаѕі janji perusahaan terkait реmекегјааn warga lokal sebagai kompensasi atas lahan yang telah diambil alih.

“Adakah tanggung jawab perusahaan untuk memasukkan kerja?” tanya Jody.

“Ada. Tanah kami habis diambil perusahaan. Ada perjanjian (mempekerjakan warga) tetapi mereka tidak gubris,” jawab warga dengan nada kesal.

AKP Jody Darma menegaskan bahwa kehadiran polisi adalah untuk menjaga ketertiban dan keamanan, serta memastikan penyelesaian masalah berlangsung damai. Ia mengimbau semua pihak untuk mengedepankan musyawarah dan mencari solusi terbaik demi kepentingan bersama.

“Penyelesaian terbaik adalah melalui jalan kekeluargaan dan musyawarah. Polisi hadir untuk memastikan tidak ada gesekan yang bisa menimbulkan konflik berkepanjangan,” ujarnya, Rabu (10/9/2025).

Direktur PT Masmindo Dwi Area, Erlangga Gaffar, menghimbau seluruh kontraktor dan subkontraktor untuk melakukan реkrutmеn secara transparan dan terpusat sesuai dengan nota kesepahaman (MoU) bersama Pemerintah Kabupaten Luwu.(edisi/fajar)

Comment