MTsN 4 Muna Beri Bantuan Siswa Kurang Mampu untuk Ringankan Beban Orang Tua

MUNA, EDISIINDONESIA.id – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Muna yang terletak di Kecamatan Kabawo, memberikan bantuan seragam sekolah kepada siswa-siswinya.

Selain itu, bagi siswa yang belum beruntung menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dari Pemerintah, pihak sekolah berinisiatif mengumpulkan donasi dari sesama guru dan disalurkan pada siswa yang kurang mampu tersebut.

Kepala MTsN 4 Muna, H. Hasanuddin mengatakan, baik bantuan seragam maupun pemberian bantuan PIP Murni dari guru-guru bagi siswa yang tidak ter-cover PIP dari Pemerintah merupakan hasil kesepakatan musyawarah dari rapat seluruh dewan guru.

“Saya hanya sebatas mengesahkan kesepakatan para guru,” ujarnya, Selasa (29/7/2025).

Terkait informasi yang tersebar, adanya pungutan liar (pungli) dikalangan guru, Kepsek membantah dengan tegas.

“Tidak ada pungli. Itu sudah masuk ranah pencemaran nama baik. guru-guru justru membantu siswa yang kurang beruntung,” ungkapnya.

Senada, salah seorang guru Hj. Siti Harina menerangkan, pihaknya sesama guru berinisiatif membantu seragam sekolah mulai dari putih-biru hingga seragam batik, guna menarik siswa bersekolah di MtsN 4 Muna.

“Alhamdulillah, itu semua gratis diberikan saat murid baru mendaftar. Tidak ada pungutan. Semua gratis. Ini hasil kesepakatan seluruh guru yang disahkan oleh pak Kepsek,” tuturnya.

Disamping itu, lanjut dia, sekolah juga memberikan bantuan bagi siswa yang tidak dapat PIP, agar tidak terjadi kecemburuan sosial sesama murid.

“Jadi, bantuan itu tidak dipotongkan dari uang siswa penerima PIP yang lain. Melainkan, murni uluran tangan kami sesama guru. Tidak ada paksaan,” tegasnya.

Guru yang menangani urusan kesiswaan dan sarpras MtsN 4 Muna tersebut mengungkapkan, bantuan-bantuan yang diberikan kepada siswa juga sebagai solusi agar siswa mau melanjutkan pendidikannya di sekolah mereka.

“Alhamdulillah jumlah siswa cukup meningkat. Kalau kurang siswa, maka yang dirugikan juga para guru disini, apalagi yang sertifikasi, harus keluar cari tambahan jam.” Pungkasnya. (**)

Comment