EDISIINDONESIA.id – Timnas Putri Kirgistan datang ke Indonesia membawa ambisi besar untuk mencetak sejarah di ajang Kualifikasi Piala Asia Wanita 2026. Meski tidak diunggulkan di Grup D, tim asuhan Zakirov Nematzhan menegaskan bahwa mereka tidak sekadar hadir sebagai peserta.
“Kami hadir di sini bukan untuk sekadar berpartisipasi. Kami ingin menang,” tegas Nematzhan dalam sesi jumpa pers yang digelar di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Sabtu (28/6/2025).
Pelatih Kirgistan itu menekankan persiapan timnya telah dilakukan secara menyeluruh, termasuk menganalisis kekuatan calon lawan. Salah satu fokus utama mereka adalah menyiapkan strategi untuk menghadapi tuan rumah, Indonesia.
“Kami menganalisis permainan Indonesia dengan seksama. Mereka tim yang cepat dan teknikal. Tapi kami juga melihat kelemahan mereka. Itu yang akan kami manfaatkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nematzhan juga menanggapi keberadaan pemain naturalisasi dalam skuad Garuda Pertiwi. Ia memandang hal tersebut sebagai tren umum dalam sepak bola masa kini.
“Naturalisasi itu fenomena yang normal. Di tim kami pun ada pemain dari negara lain,” ujarnya.
Sementara itu, pemain Kirgistan, Aizan Boronbekova, mengungkapkan bahwa seluruh persiapan tim berjalan optimal berkat dukungan penuh dari federasi sepak bola Kirgistan. Ia menilai perhatian federasi terhadap sepak bola wanita semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
“Federasi melakukan banyak hal untuk kami. Mereka ingin kami menciptakan sejarah dengan lolos ke Piala Asia,” kata Aizan.
Kirgistan berada di Grup D bersama Indonesia, China Taipei, dan Pakistan. Pertandingan pertama mereka akan digelar malam ini 29 Juni 2025 melawan tim tuan rumah di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang. (edisi/kompas)
Comment