EDISIINDONESIA.id- Paris Saint-Germain (PSG) menciptakan sejarah dengan menjuarai Liga Champions 2024/2025 setelah kemenangan telak 5-0 atas Inter Milan di Allianz Arena, Munich.
Kemenangan ini merupakan yang terbesar dalam sejarah final Liga Champions, sekaligus menjadi margin skor terbesar dalam final kompetisi Eropa manapun.
Gol-gol PSG dicetak oleh Achraf Hakimi (12’), Désiré Doué (20’ dan 63’), Khvicha Kvaratskhelia (73’), dan Senny Mayulu (87’). Doué, bintang muda berusia 19 tahun, mencatatkan dua gol dan satu assist, menjadikannya pemain termuda yang menorehkan tiga kontribusi gol dalam final Liga Champions.
Hakimi, mencetak gol pembuka ke gawang mantan klubnya, menunjukkan rasa hormat dengan tidak merayakan golnya. Namun, rasa hormat tersebut tak mampu menghentikan laju gemilang PSG.
Inter Milan tampil jauh di bawah performa terbaiknya. Komentator Paolo Di Canio bahkan menyebut penampilan babak pertama Inter sebagai “tidak dapat diterima, tidak dapat dimengerti, dan tidak bisa ditoleransi.” Babak kedua pun tak lebih baik.
Kekalahan ini menghancurkan mimpi Inter meraih gelar Liga Champions kedua mereka dan mengakhiri musim tanpa satu pun trofi.
Ambisi treble winner—Scudetto, Coppa Italia, dan Liga Champions—lenyap setelah tersingkir di semifinal Coppa Italia, gagal meraih Scudetto, dan akhirnya kekalahan memalukan di Munich.
Bagi PSG, kemenangan ini menandai pencapaian bersejarah pertama mereka sebagai juara Eropa. Sementara Inter Milan harus bangkit dari kekecewaan besar ini dan menatap masa depan.(edisi/inilah)
Comment