Polemik Budi Arie: Roy Suryo Singgung Kekuatan Besar di Balik Kasus Judi Online

EDISIINDONESIA.id- Polemik keterlibatan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, dalam kasus judi online (judol) semakin memanas.

Dakwaan menyebut Budi Arie menerima 50% jatah dari situs judi yang tak diblokir pemerintah. Meskipun Budi Arie membantah keras, publik tetap skeptis.

Pakar telematika Roy Suryo mencurigai adanya “kekuatan besar” yang melindungi kasus ini, mengacu pada perubahan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) salah satu terdakwa, Zulkarnaen Apriliantony (Tony Tomang).

Roy menduga tekanan tersebut berasal dari pengaruh politik atau finansial. “BAP bisa diubah sebelum persidangan, karena tekanan politik atau uang,” ujar Roy dalam kanal Youtube Forum Keadilan TV, Sabtu (24/5/2025).

Dakwaan menyebutkan keterlibatan Budi Arie dalam jaringan empat terdakwa utama yang diduga menerima Rp 15,3 miliar untuk membuka blokir dan menjaga situs judi online. Uang tersebut kemudian dibagi sebagai komisi, termasuk kepada Budi Arie.

Menanggapi hal ini, Budi Arie hanya menyatakan, “Gusti Allah mboten sare, Tuhan tidak pernah tidur, selesai,” saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (21/5/2025).

Pernyataan tersebut tidak memberikan penjelasan yang memadai atas tuduhan yang dilayangkan kepadanya.(edisi/rmol)

Comment