Kapal Mati Mesin di Perairan Kaledupa, 12 Pemancing Selamat Usai Dievakuasi Tim SAR

WAKATOBI, EDISIINDONESIA.id – Sebuah kapal ikan yang membawa 12 orang pemancing nyaris terombang-ambing lebih lama di laut Kaledupa, Wakatobi, setelah mengalami mati mesin pada Senin dini hari (19/05/2025).

Beruntung, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh Tim SAR Gabungan.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin, melalui Humas Basarnas Kendari, Wahyudi menjelaskan bahwa Informasi awal diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari pukul 04.17 WITA dari Oge, salah satu penumpang kapal.

Ia melaporkan bahwa kapal mereka tak bisa melanjutkan pelayaran akibat kerusakan mesin saat hendak kembali ke Pulau Wanci.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, pukul 04.35 WITA Tim Rescue Pos SAR Wakatobi langsung diberangkatkan ke lokasi kejadian yang berjarak 32,5 mil laut dari pos,” Ujar Wahyudi.

Pencarian dilakukan dalam kondisi cuaca hujan dengan kecepatan angin 24 km/jam dari arah timur dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Kapal berhasil ditemukan pada pukul 08.50 WITA dalam kondisi seluruh penumpangnya selamat.

Tim SAR kemudian mengevakuasi 11 orang ke Pelabuhan Marina Wanci. Sementara itu, pemilik kapal, Laode Ndia, dan seorang penumpang bernama Sardin Ogu, memilih bertahan di kapal untuk melakukan perbaikan.

Pukul 10.45 WITA, Tim SAR Gabungan tiba di Pelabuhan Marina Wanci dan operasi penyelamatan pun dinyatakan selesai.

“Seluruh unsur yang terlibat telah dikembalikan ke satuan masing-masing,” Pungkasnya.

Adapun ke-12 penumpang kapal, semuanya warga Wanci, yakni: Aslan (28), Sardin (27), Amirudin (42), Jumai (50), Amir (58), Safyan (45), Oge (38), Sardin Ogu (35), Suriadi (27), Tasi (30), Uma (45), dan Alwin (41).

Operasi penyelamatan ini melibatkan personel dari Rescuer Pos SAR Wakatobi, Polair Polres Wakatobi, staf Operasi KPP Kendari, serta pemilik kapal. Peralatan yang digunakan antara lain satu unit RIB (Rigid Inflatable Boat), rescue car, peralatan medis, komunikasi, dan evakuasi.

Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapan teknis armada laut sebelum melaut, khususnya bagi kapal nelayan yang beroperasi di wilayah perairan terbuka seperti Kaledupa.(**)

Comment