PKB DPR RI Minta Kemenag dan Kemendikbud Rapatkan Rencana soal Siswa Libur Satu Bulan

EDISIINDONESIA.id- Anggota Komisi X Fraksi PKB DPR RI, Habib Syarief Muhammad Alaydus, merespon wacana libur Ramadhan selama satu bulan penuh untuk anak sekolah. Ia meminta Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikbud) untuk segera membahas rencana tersebut bersama-sama.

Habib Syarief menyatakan dukungannya terhadap wacana tersebut, yang bertujuan agar siswa dapat menjalankan ibadah dengan optimal dan meningkatkan spiritualitas mereka. Namun, ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang mengingat Ramadhan hanya tinggal dua bulan lagi.

Perlunya Format dan Detail Rencana Libur Ramadhan

Habib Syarief menyoroti kurangnya kejelasan terkait format dan detail rencana libur Ramadhan. Ia menanyakan beberapa hal penting, antara lain:

  • Apakah semua kegiatan sekolah diliburkan sepenuhnya selama Ramadhan?
  • Atau, apakah pembelajaran formal diliburkan dan digantikan dengan pembelajaran keagamaan?
  • Jika fokus belajar diarahkan pada agama dan ibadah, bagaimana format pelaksanaannya? Apakah sekolah yang akan menyelenggarakan kegiatan Ramadhan atau diserahkan sepenuhnya kepada orang tua?

Habib Syarief menilai, pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dijawab agar sekolah dan orang tua siswa tidak kebingungan. Ia khawatir jika kegiatan selama Ramadhan diserahkan sepenuhnya kepada orang tua, terutama mereka yang bekerja, akan kesulitan mengaturnya dan berpotensi membuat anak-anak lebih sering menggunakan handphone.

Sebelumnya, Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo HR Muhammad Syafi’i, telah mengungkapkan adanya wacana libur Ramadhan selama satu bulan penuh pada tahun 2025, meskipun belum dibahas lebih lanjut di lingkungan Kementerian Agama.

Secara keseluruhan, PKB DPR RI mendukung wacana libur Ramadhan satu bulan penuh untuk siswa, namun menekankan perlunya koordinasi dan perencanaan yang matang antara Kemenag dan Kemendikbud untuk memastikan pelaksanaan program yang efektif dan bermanfaat bagi siswa. Perencanaan yang detail dan format yang jelas sangat penting untuk menghindari kebingungan di kalangan sekolah dan orang tua.(edisi/rmol)

Comment