MALUKU, EDISIINDONESIA.id – Kas Titipan (Kastip) Bank Indonesia (BI) yang dikelola oleh Bank Maluku Maluku Utara (Malut) Cabang Namlea membuka layanan penukaran uang pecahan kecil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 di Kabupaten Buru.
Untuk mempermudah akses bagi masyarakat Kabupaten Buru dalam mendapatkan uang pecahan kecil, maka Bank Maluku Malut Cabang Namlea dengan mobil kas keliling melakukan pelayanan kepada masyarakat, di Pasar Inpres Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, Kamis (19/12/2024).
Petugas Kas Titipan BI Namlea yang juga Pegawai Bank Maluku Malut Cabang Namlea, Randy Tasane mengatakan program ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan kecil dan memperlancar peredaran uang di Pulau Buru.
“Alhamdulillah antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Jadi ini agenda Bank Indonesia yang berkerjasama dengan Bank pengelola yaitu Bank Maluku Malut Cabang Namlea untuk disetiap momen-momen seperti menjelang Nataru dan Hari Raya Lebaran kami melakukan penukaran uang pecahan kecil ke masyarakat,” ucap Randy.

Randy menyampaikan tujuan dari program Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai (Serunai) yang dijalankan ini adalah dapat mempermudah masyarakat dalam mendapatkan uang pecahan kecil dan memperlancar peredaran uang di wilayah Kabupaten Buru, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru.
“Guna keperluan masyarakat dan kebutuhan pasar dan ini merupakan agenda BI yang bekerjasama dengan Bank pengelola yaitu Bank Maluku Malut Cabang Namlea untuk lebih tepat dan cepat ke masyarakat,” ungkapnya.
Randy menjelaskan layanan penukaran uang pecahan kecil dilakukan melalui dua jenis kegiatan. Pertama, penukaran melalui layanan mobil kas keliling yang dilakukan Bank Indonesia bekerjasama dengan Bank pengelola yaitu Bank Maluku Malut Cabang Namlea. Kedua, penukaran melalui bank umum seperti Bank BRI, BNI dan Mandiri.
“Iya, jadi ini penukaran uang tanpa biaya, jadi kami terjun langsung ke lapangan untuk hari ini saja khusus, terus kalau memang ada nasabah mau melakukan penukaran langsung ke bank pengelola yaitu Bank Maluku Malut Cabang Namlea,” ungkapnya.
Ia menambahkan untuk stok uang pecahan kecil tidak terlalu banyak sekitar Rp 3 miliar lebih, pelayanan penukaran uang pecahan kecil ini sampai stok uang selesai.
“Jadi untuk pecahan yang kami dari pihak Kastip Bank Indonesia siapkan itu dari pecahan Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu, Rp 2 ribu dan Rp 1 ribu rupiah,” paparnya.

Tasane menuturkan Kastip Bank Indonesia sudah melakukan penukaran ke bank-bank peserta seperti Bank BRI, BNI dan Mandiri untuk pecahan uang kecil. Tinggal bank-bank tersebut melakukan penukaran ke masyarakat.
“Jadi sebelum ke masyarakat, antara bank pengelola dengan Kastip Bank Indonesia Namlea itu kami sudah salurkan ke bank-bank peserta, sesuai kebutuhan bank peserta kurang lebih Rp 500 juta per bank peserta yakni Bank BRI, BNI dan Mandiri. Jadi yang kami siapkan itu sekitar Rp 3 miliar lebih,” jelasnya.
“Jadi harapannya supaya masyarakat bisa langsung melakukan penukaran ke Bank Maluku Malut Cabang Namlea tanpa dipungut biaya sedikit pun,” tutupnya.
Hal yang senada juga disampaikan oleh Pimpinan Bank Maluku Malut Cabang Namlea sekaligus Penanggungjawab KASTIP BI Namlea, Parlim Rolobessy mengatakan mengoptimalkan peredaran uang pecahan kecil di masyarakat dan memperlancar peredaran uang di Pulau Buru.
“Kita harus bangga dan cinta rupiah,” terangnya. (**)
Comment