EDISIINDONESIA.id- Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus, pada Selasa (26/11/2024) mengimbau seluruh anggotanya untuk menghindari pemberitaan yang mengandung hoaks dan ujaran kebencian menjelang Pilkada Serentak 2024. Firdaus menekankan pentingnya menjaga netralitas dan akurasi informasi untuk mencegah potensi konflik antar pendukung calon kepala daerah. Ujaran kebencian dan hoaks, menurutnya, dapat mengganggu proses demokrasi dan bahkan memicu perselisihan.
Pilkada Serentak 2024, yang akan digelar pada 27 November 2024, melibatkan 545 daerah (37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota) [sumber: Wikipedia]. Keberhasilan penyelenggaraan Pilkada yang aman, damai, tertib, dan jujur membutuhkan kerja sama solid dari penyelenggara, peserta pemilu, dan pemangku kebijakan.
Di era digital saat ini, penyebaran informasi yang cepat dan massif melalui media sosial meningkatkan risiko penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Untuk mencegah hal ini, SMSI mengeluarkan himbauan sebagai berikut:
1. Stop menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian: Media sosial harus digunakan untuk menyebarkan informasi yang akurat dan bertanggung jawab demi menciptakan Pilkada yang aman dan damai.
2. Ciptakan media seimbang: Pemberitaan yang seimbang dan berimbang akan mendukung Pilkada yang demokratis dan bermartabat. Seluruh komponen masyarakat didorong untuk mendukung hal ini.
3. Stop money politics: Praktik money politics harus dihindari untuk menjaga integritas dan keadilan dalam proses Pilkada.
4. Meningkatkan sinergitas TNI-Polri dan Pemerintah: Kerja sama yang erat antara TNI, Polri, dan Pemerintah sangat penting untuk memastikan Pilkada berjalan dengan lancar dan kondusif.
SMSI berharap imbauan ini dapat dipatuhi oleh seluruh anggotanya dan masyarakat luas agar Pilkada Serentak 2024 dapat berjalan dengan aman, damai, dan demokratis.(**)
Comment