ABK Tongboat Ditemukan Tewas Dengan Luka Sayatan di Pelabuhan Konut, Diduga Bunuh Diri

KONUT, EDISIINDONESIA.id – Sebuah insiden tragis terjadi di perairan Pelabuhan Lameruru, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Rabu (2/10/2024).

Seorang Anak Buah Kapal (ABK) tugboat KM Buana Marine XXI ditemukan tewas dengan luka parah di tangannya, diduga akibat bunuh diri.

Kapolsek Wiwirano, IPDA German Sero Saputra Rante, menjelaskan bahwa korban, bernama Rustam (50). Jenazah Rustam ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan oleh petugas keamanan yang datang ke lokasi setelah mendapat laporan mengenai keributan di atas kapal.

“Korban merupakan Kepala Kamar Mesin (KKM) kapal, mengamuk dan menyerang beberapa kru kapal sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa,” kata IPDA German.

IPDA German menceritakan, bahwa sekitar pukul 03.00 WITA ketika Rustam tiba di anjungan kapal dengan membawa dua senjata tajam. Ia langsung menyerang dua rekannya, Sugi dan Fariz, yang kemudian menyelamatkan diri ke kapal tongkang terdekat.

Sementara Kapten kapal, Suparno, mencoba menenangkan Rustam, namun justru ikut diserang dan mengalami luka di tangan kirinya sebelum melarikan diri.

Setelah itu, Rustam dibiarkan sendiri di kapal tersebut. Kapten kapal menginstruksikan kru lainnya untuk tetap di kamar dan tidak keluar, mengingat kondisi Rustam yang semakin tidak terkendali.

Beberapa jam kemudian, pada pukul 10.00 WITA, petugas Bhabinkamtibmas Bripka Ismail dan Danposramil Serda Rusman tiba di lokasi dan menemukan Rustam sudah tergeletak di lantai kapal dengan luka serius di tangannya.

Polisi yang tiba di tempat kejadian segera melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa sebilah parang dan pisau dapur.

Setelah diinterogasi, saksi-saksi menjelaskan bahwa korban diduga frustasi dan sering mengalami halusinasi, yang kemungkinan besar memicu aksi nekat tersebut.

Setelah itu korban langsung dilarikan ke Puskesmas Langgikima untuk pemeriksaan lebih lanjut, sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Kendari.

IPDA German Sero Saputra Rante menegaskan bahwa hingga saat ini, dugaan sementara penyebab kematian adalah bunuh diri, namun pihak kepolisian menyatakan masih perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya.

“Perlu kiranya dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kematian korban,” Pungkasnya.

Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Kendari untuk pemeriksaan lebih lanjut. (**)

Comment