KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Seorang suami berinisial SW tak menyangka akan mendapati istrinya, SA, di sebuah penginapan di Desa Puuruy, Kecamatan Bondoala, Kabupaten Konawe, dengan dugaan jual diri kepada tenaga kerja asing (TKA) asal Cina yang bekerja di sebuah industri nickel di kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.
Penggerebekan ini terjadi setelah SW merasa curiga dengan perilaku istrinya yang tak kunjung pulang selama beberapa hari.
SW mulai merasa ada yang janggal ketika SA tidak memberikan alasan yang jelas setiap kali dihubungi. Kecurigaannya memuncak pada Selasa 10 September 2024, ketika ia bersama anak dan kerabatnya melakukan pencarian. Mereka akhirnya menemukan mobil yang digunakan SA terparkir di depan sebuah penginapan di Desa Puuruy.
“Kami langsung masuk ke dalam penginapan, tapi saya tidak menemukan istri saya. Hanya mobilnya yang ada di sana,” ungkap SW kepada media ini, Kamis (12/9/2023).
Lanjut, tidak menyerah karena tidak mendapati istrinya, SW memutuskan untuk menginterogasi beberapa karyawan penginapan. Dari sana, terungkap fakta mengejutkan, SA menggunakan nama samaran “Imel” untuk berhubungan dengan para TKA China.
Dia juga mengungkapkan, bahwa karyawan penginapan berinisial F diduga berperan sebagai perantara, mengirimkan barcode WeChat SA kepada para TKA.
“F ini yang menjadi perantara. Jika ada TKA China yang setuju, F akan menghubungi juru bicara mereka, inisial FN,” ujar SW.
Lebih lanjut, SA diduga dibawa oleh FN ke kawasan tambang besar di Kecamatan Motosi, tempat ia bertemu dengan para TKA. Sebelum memasuki kawasan tersebut, SA bahkan disuruh mengenakan seragam perusahaan untuk menyamarkan identitasnya.
Karyawan penginapan F, menurut informasi SW, menerima bayaran yang bervariasi setiap kali terjadi transaksi.
“Sebelum masuk ke mess TKA China, istriku dipakaikan seragam perusahaan dan diantar ke dalam mess pakai mobil,” beber SW.
Selama pencarian itu, SW sempat mencoba menghubungi istrinya, tetapi SA terus mengabaikan teleponnya dan memutus kontak. Merasa tak berdaya, SW akhirnya memutuskan untuk pulang dan membawa mobil SA kembali ke Kendari. SW, yang menikahi SA pada 2016 silam kini harus menghadapi kenyataan pahit.
Hingga berita ini diterbitkan, karyawan penginapan berinisial F belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi. (**)
Comment