MALUKU, EDISIINDONESIA.id – Pilkada adalah momentum penting dalam kehidupan berdemokrasi sebab pada momen ini kita diperhadapkan dengan pilihan yang berimplikasi pada kesejahteraan dan kemakmuran kita lima tahun kedepan.
Pada 27 November 2024 nanti kita disuguhkan dengan foto calon Bupati dan Wakil Bupati, siapa yang akan kita pilih mestinya merupakan sosok yang dapat mengakomodir kepentingan masyarakat secara umum bukan kelompok, suku, ras, atau entitas tertentu.
Berkaca dari berdirinya Kabupaten Buru Selatan sampai hari ini, kami melihat masih banyak ketimpangan yang terjadi, ketimpangan ini secara garis besar disebabkan oleh dua faktor yakni kemiskinan dan kebodohan. Kurangnya lapangan pekerjaan, tingginya angka pengangguran, serta ketidakmampuan mengelola sumber daya alam menjadi faktor kemiskinan struktural yang terang menganga dihadapan kita. Kurangnya fasilitas pendidikan seperti tidak adanya kampus, minimnya tunjangan pemda kepada pelajar dan mahasiswa menjadi faktor Buru Selatan (Bursel) tidak dapat memproduksi SDM secara masif dan produktif.
Kemiskinan dan kekurangan SDM tadi menjadi pintu dari tingginya stunting, buruknya pelayanan kesehatan, buruknya pelayanan publik, maraknya praktek korupsi, kolusi dan nepotisme hingga mentalitas feodal yang mengakar kuat dalam tubuh pemerintahan Buru Selatan.
Merujuk pada Jalaludin Rahmat dalam rekayasa sosial bahwa untuk melakukan perubahan mestinya dimulai dengan menciptakan kondisi baru (rekayasa sosial) dan kondisi itu hanya dimungkinkan jika kualitas SDM sudah merata. Atas dasar itu sebagai kelompok intelektual kami mahasiswa Buru Selatan yang menempuh studi di Universitas Iqra Buru (Uniqbu) mengambil sikap untuk terlibat aktif dalam hajatan pemilihan Bupati 2024.
Sikap ini kami ambil tentu dengan pertimbangan akademis yang matang tanpa adanya kepentingan praktis tertentu. Kami menyadari sungguh bahwa selama ini sebagai orang-orang intelektual kami hanya dijadikan sebagai objek untuk meraup suara semata sehingga, pada hari ini dan ditempat ini kami Aliansi Mahasiswa Buru Selatan Universitas Iqra Buru (Uniqbu) sebagai elemen perubahan mendeklarasikan bahwa demi mewujudkan Buru Selatan yang adil dan beradab kami akan terlibat aktif dan turut mengawal agenda pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buru Selatan.
Sebagai upaya untuk melakukan perubahan, kami menyodorkan pokok-pokok pikiran kami untuk dijadikan bahan pertimbangan oleh ketiga kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati dalam merumuskan visi-misi dan arah kebijakan pembangunan daerah kedepan.
Pokok-pokok pikiran tersebut diantaranya:
1.) Membangun dan menciptakan SDM yang unggul dan religius
a.) Hadirkan kampus permanen di Kabupaten Buru Selatan.
b.) Prioritaskan beasiswa daerah untuk anak-anak yang tidak mampu dan berprestasi.
c.) Hadirkan sekolah berbasis agama.
d.) Bangun dan fasilitasi perpustakaan desa.
e.) Buat program wajib mengaji untuk anak berusia tujuh (7)-tujuh belas (17) tahun.
f.) Buat program wajib belajar diluar jam sekolah dan di kontrol secara terstruktur.
2.) Menguatkan demokrasi dan membangun penyelenggaraan pemerintahan daerah yang bersifat jujur, profesional, dan transparan.
3.) Melakukan perbaikan dan peningkatan terhadap pelayanan publik, pendidikan, dan kesehatan.
4.) Membangun dan meningkatan perekonomian yang bertumpu pada pengembangan potensi lokal melalui sinergi fungsi-fungsi pertanian, kelautan dan perikanan, pariwisata, industri dan perdagangan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan hidup dalam pemanfaatan sumber daya alam.
5.) Pemberdayaan terhadap masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi daerah, terutama usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta koperasi, dan membangun serta mengembangkan pasar bagi produk lokal.
6.) Pemerataan dan keseimbangan pembangunan secara berkelanjutan untuk mengurangi kesenjangan antara kecamatan. (**)
Comment