KPU Kota Kendari Gelar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih pada Segmen Kelompok Keagamaan

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari menggelar sosialisasi dan pendidikan pemilih pada segmen kelompok keagamaan.

Untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta wali kota dan wakil wali kota tahun 2024 di Kota Kendari, bertempat di salah satu hotel Kota Kendari, Jum’at (26/7/2024).

Pelaksana harian (Plh) Ketua KPU Kota Kendari, Arwah menyampaikan bahwa tahun 2024 ini merupakan tahun politik bagi semua masyarakat.

“Karena pasca pelaksanaan Pemilu tanggal 14 Februari 2024 lalu, kita sekarang menjalankan tahapan untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur, wali kota dan wakil wali kota yang InsyaAllah kita akan melaksanakan pencoblosan pada 27 November 2024 mendatang,” bebernya.

Arwah mengatakan, KPU menyadari bahwa pelaksanaan pemilihan kepala daerah bukan hal yang mudah, sehingga dibutuhkan kolaborasi dari semua pihak, baik pimpinan organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan dan kelompok keagamaan.

Karena menurut Arwah, semua pihak memiliki peran yang sangat penting dalam menyukseskan pemilihan kepala daerah, terutama dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat agar bisa memberikan hak suaranya pada hari H pencoblosan.

“Selanjutnya itu bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat agar menjelang pemilihan kepala daerah ini kita menjaga kondusivitas, kita berupaya untuk mewujudkan Pilkada yang damai dan kondusif,” ujarnya.

Sehingga KPU Kota Kendari berharap semua pihak bisa bersama-sama mensosialisasikan terkait Pilkada kepada masyarakat untuk mewujudkan pemilihan yang berkualitas.

Sebab kata dia, Pilkada yang berkualitas tentu membutuhkan peran semua pihak, karena proses-proses yang berkualitas itu tentu akan melahirkan pemimpin yang berkualitas, baik dari sisi moralitas maupun intelektualitas.

“Tetapi kalau misalnya di dalam prosesnya tidak berkualitas maka sangat mustahil untuk melahirkan pemimpin yang berkualitas baik itu dari sisi moralitas maupun intelektualitas,” ungkapnya.

Lanjut Arwah mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menjadikan pemilihan kepala daerah ini sebagai momentum kegembiraan bukan ketakutan.

“Marilah kita menjaga persatuan dan kesatuan, jangan kita selalu terprovokasi apalagi kita sebagai provokator,” ucapnya.

“Jangan kita menjadi provokator, jangan kita menyebarkan dan menyebabkan hoax, jangan kita menyebarkan isu-isu yang dapat mengganggu ketertiban, yang bisa menimbulkan konflik sosial dan budaya, karena pada prinsipnya kita semua bersaudara,” tutupnya. (**)

Comment