BOMBANA, EDISIINDONESIA.id – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana sebagai Sekretariat Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Bombana, menyelenggarakan pertemuan aksi 2 di Aula Bappeda Bombana, Jumat (3/5/2024).
Pertemuan dipimpin oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Husrifnah Rahim, S.T., M.Si, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Tim TPPS Kabupaten Bombana, serta dihadiri oleh beberapa Kepala OPD dan anggota TPPS Bombana.
Kepala Bappeda Bombana mengatakan, pertemuan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi serta membahas strategi percepatan penurunan stunting di wilayah Bombana.
“Pertemuan ini menjadi forum penting, untuk menyusun rencana kegiatan yang akan dilaksanakan guna mempercepat penurunan stunting,” kata Husrina Rahim.
Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 tentang Percepatan Penurunan Stunting, ditetapkan target penurunan stunting hingga 14 persen di akhir tahun 2024.
Untuk mencapai target ini, kata dia, koordinasi yang efektif antara semua kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota, dan pemerintah desa/kelurahan sangatlah penting.
Ia menjelaskan, penyusunan rencana kegiatan aksi 2 adalah tindak lanjut dari hasil rekomendasi analisis situasi pada kegiatan aksi 1.
Selanjutnya, akan di lanjutkan diskusi bersama tim BPKP Sultra, sekaligus penandatanganan hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) Stunting oleh Tim BPKP Sultra.
“Rencana kegiatan aksi 2 ini akan melakukan diskusi yang mendalam untuk mengidentifikasi permasalahan yang mendasar, dan strategi yang efektif dalam menangani stunting, masih menjadi tantangan di masyarakat, khususnya di Kabupaten Bombana,” kata Husrifnah Rahim.
Kepala DPPKB Bombana, Drs. H. Abdul Azis, M.Si selaku Sekretaris TPPS Bombana menjelaskan, melalui diskusi ini, dapat menemukan solusi-solusi inovatif dan terarah untuk mengatasi permasalahan stunting secara holistik.
“Dapat berbagi pengalaman, pengetahuan, dan ide-ide untuk menciptakan rencana kegiatan yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat Kabupaten Bombana,” tambahnya.
Abdul Azis menambahkan, dalam pertemuan ini, berdiskusi dan bertukar informasi mengenai strategi-strategi yang efektif dalam menangani permasalahan stunting. Termasuk program-program yang akan diimplementasikan.
Menurutnya, melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas tingkat pemerintahan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan stunting, berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan akan saling mendukung dan mengoptimalkan hasilnya.
“Melalui kerja sama yang kuat dan terkoordinasi, diharapkan dapat tercapai penurunan angka stunting yang signifikan dan berkelanjutan demi kesejahteraan generasi masa depan Kabupaten Bombana,” pungkasnya. (**)
Comment