Gencar Sosialisasi untuk Maju Pilkada Mubar, Mahmud Optimis Namanya akan Menghiasi Kertas Suara

MUBAR, EDISIINDONESIA.id – Sebagai salah satu bakal calon bupati Muna Barat (Mubar), Mahmud gencar bersosialisasi jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024.

Sosialisasi dilakukan politisi PDIP ini tidak hanya melalui alat peraga kampanye, namun ia juga gencar bersafari politik di sejumlah desa di Mubar.

Hal itu dilakukan Mahmud untuk memperoleh dukungan dari masyarakat, sehingga ia dapat memenangkan kontestasi Pilkada Mubar November mendatang.

“Saya tiap hari jalan dari desa ke desa bersilaturahmi, saling tukar pendapat serta pandangan, guna menyatukan presepsi,” kata Mahmud, Kamis (18/4/24).

Ditanya terkait partai yang akan mengusungnya, Mahmud mengaku masih berupaya berkomunikasi ke sejumlah partai politik.

“Yang kami disuarakan di internal partai PDIP akan di kami pakai sendiri untuk ke dandaraan politik kedepan, dan akan mencari pendamping yang tepat tentunya. Dan saya optimis selaku ketua DPC muna barat hari ini dan saya yang sudah berkader di partai PDIP selama 25 tahun menghiasi namaku di kartu suara nantinya,” terang Mahmud.

Kendati saat ini ia menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Mubar, ia menegaskan bahwa pihaknya tetap memberikan peluang kepada figur lain untuk mendaftarkan diri.

“Partai memberikan kesempatan pada siapapun untuk mendaftar melalui PDIP, baik kader maupun non kader, dan itu akan dilakukan penyaringan dan keseimpulanya akan diputuskan di DPP,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, dirinya juga telah berkomunikasi dengan beberapa nama untuk menjadi pasangannya di Pilkada nanti.

“Saya sudah lakukan komunikasi dengan beberapa nama, ada waktunya nanti saya kasih tau. Untuk saat ini saya masih fokus lakukan sosialisasi guna mendekatkan diri pada masyarakat,” ungkap Mahmud.

Mahmud juga menyampaikan permohonan doa dan dukungan dari masyarakat untuk berjuang bersama, guna mewujudkan Mubar yang lebih baik.

“Sesuai bahasa yang ada di baliho saya, biar saya begini yang penting untuk rakyat, yang artinya ‘koemo wuto somanomo liwu’,” pungkasnya. (**)

Comment