EDISIINDONESIA.id – Negara dengan durasi puasa terlama biasanya terkait dengan perbedaan waktu matahari terbit dan matahari terbenam yang terjadi pada wilayah-wilayah tertentu di Bumi.
Hal ini bisa terjadi pada negara-negara yang berada di wilayah kutub utara atau selatan, di mana perbedaan durasi siang dan malam sangat ekstrem.
Sebagai contoh, beberapa negara dengan durasi puasa terlama adalah:
Norwegia: Negara-negara bagian utara Norwegia seperti Tromsø, Hammerfest, dan Svalbard memiliki periode waktu di mana matahari tidak terbenam atau tidak terbit sama sekali selama beberapa minggu atau bahkan bulan. Ini dapat mengakibatkan durasi puasa yang sangat panjang bagi umat Muslim yang tinggal di wilayah tersebut.
Swedia: Wilayah-wilayah utara Swedia seperti Kiruna dan Luleå juga mengalami fenomena matahari tidak terbenam selama beberapa waktu tertentu di musim panas. Hal ini dapat memperpanjang durasi puasa bagi umat Muslim di sana.
Islandia: Negara-negara bagian utara Islandia, terutama selama musim panas, mengalami fenomena matahari tidak terbenam atau tidak terbit selama periode waktu yang cukup lama. Ini juga dapat mengakibatkan durasi puasa yang sangat panjang.
Finlandia: Wilayah-wilayah utara Finlandia seperti Rovaniemi dan Inari juga mengalami fenomena matahari tenggelam hanya sebentar atau bahkan tidak terbenam sama sekali selama musim panas, yang dapat memperpanjang durasi puasa.
Alaska, Amerika Serikat: Beberapa bagian Alaska, terutama yang berada di dekat lingkaran Arktik, juga mengalami fenomena matahari tenggelam hanya sebentar selama musim panas.
Namun, penting untuk diingat bahwa durasi puasa yang panjang tersebut juga dipertimbangkan dalam konteks fikih Islam. Umat Muslim yang tinggal di wilayah-wilayah tersebut biasanya mengikuti fatwa dari ulama setempat atau mengikuti waktu puasa dari kota atau negara yang memiliki durasi siang dan malam yang terdekat dengan kondisi mereka. (edisi/pojoksatu)
Comment