Edisi Ramadan, Wagub Sultra Sampaikan Kajian Filosofi Kehidupan di Kahmi Center Kendari

KENDARI, EDISIINDONESIA.id โ€“ Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua, menyampaikan kajian filosofi kehidupan dalam sebuah kegiatan yang digelar di Kahmi Center, Jalan Saranani, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Jumat (20/2/2026).

Kajian tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, dan jamaah yang tampak antusias mengikuti pemaparan hingga sesi diskusi.

Dalam pemaparannya, orang nomor dua di Sultra itu mengulas secara mendalam tentang konsep spiritual dalam Islam yang meliputi syariat, tarekat, hakikat, dan maโ€™rifat.

Menurutnya, keempat tahapan tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam perjalanan seorang muslim menuju kedewasaan spiritual.

Mantan Bupati Wakatobi ini menjelaskan, syariat merupakan fondasi utama dalam menjalankan ajaran Islam, yang mengatur tata cara ibadah dan kehidupan sosial. Sementara tarekat dimaknai sebagai jalan atau proses mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pembinaan akhlak dan pengendalian diri.

Adapun hakikat, lanjutnya, adalah pemahaman mendalam atas makna ibadah dan kehidupan, sedangkan maโ€™rifat merupakan puncak dari perjalanan spiritual, yakni tingkat pengenalan dan kedekatan seorang hamba dengan Sang Pencipta.

Selain membahas dimensi spiritual, Hugua juga menyinggung tentang kebangkitan umat Islam sebagaimana terjadi pada masa Rasulullah SAW. Ia mengajak umat Islam untuk meneladani semangat persatuan, keilmuan, serta integritas moral yang dibangun pada era tersebut.

Menurutnya, kebangkitan muslim tidak hanya dimaknai dalam konteks jumlah atau simbol, melainkan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak, berilmu, dan memiliki visi peradaban.

Mantan Anggota DPR RI itu menerangkan bahwa Indonesia dengan populasi penduduk muslim yang terbanyak dimungkinkan dapat membangkitkan kembali masa kejayaan islam.

Lanjut, kata dia, dengan pemahaman jumlah populasi dan perjalanan historis dapat menciptakan ukhuwah yang kuat di tengah umat.

“Karna bagi saya pemahaman peningkatan cara pandang kolektif akan melahirkan islam yang takwa,” kata Hugua.

Dalam kesempatan itu, Hugua turut menyoroti pentingnya kepemimpinan dalam perspektif Islam. Ia menekankan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan keadilan, kejujuran, serta tanggung jawab kepada masyarakat dan kepada Allah SWT.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai spiritual dan moral di tengah kehidupan masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya dalam momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. (**)

Comment