5 Makanan Ini Terbukti Ampuh Kurangi Stres

EDISIINDONESIA.id – Pekerjaan yang menumpuk dan berbagai masalah pribadi bisa membuat Anda mudah mengalami kecemasan dan stres. Namun, saat stres dan kecemasan tampaknya mengintai di mana-mana, bukankah menyenangkan jika bisa menemukan sedikit kelegaan melalui makanan yang kita konsumsi?

Bayangkan memiliki simpanan rahasia makanan super yang tidak hanya memuaskan selera Anda, tetapi juga memberikan keajaiban dalam pikiran kamu.

Dengan metode ini tentara dapat tertidur dalam waktu dua menit Memasukkan makanan tertentu ke dalam rutinitas harian Anda bisa memberikan nutrisi dan senyawa penting yang meningkatkan relaksasi, mengurangi stres, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Stres dan kecemasan disebabkan oleh peningkatan produksi kortisol tubuh pada manusia. Pada saat-saat seperti ini, orang sering mengonsumsi makanan olahan, manis, dan asin dalam jumlah berlebihan.

Meskipun makanan tinggi lemak ini bisa memperbaiki suasana hati kita untuk sementara dan menstimulasi pusat kesenangan di otak kita, makanan tersebut pada akhirnya menyebabkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan dan meningkatkan kerentanan kita terhadap keadaan depresi dan kecemasan.

Kafein, daging olahan, dan makanan tinggi gula bisa meningkatkan kadar kortisol dan memperburuk gejala kecemasan.

Selain protein, vitamin, ada beberapa makanan super yang membantu mengurangi kecemasan dan banyak masalah tubuh seperti stres, depresi, dan kelelahan.

Ada berbagai makanan yang bisa membantu Anda melawan kecemasan dan menemukan kedamaian. Berikut ini penjelasannya, seperti dikutip laman Healthshots.com.

  1. Blueberry

Blueberry tidak hanya lezat, tetapi juga mengandung antioksidan, terutama antosianin, yang terbukti memiliki efek mengurangi stres. Antioksidan ini membantu melawan stres oksidatif dan peradangan, yang keduanya berhubungan dengan gangguan kecemasan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nutritional Science menunjukkan bahwa suplementasi blueberry meningkatkan suasana hati dan mengurangi gejala depresi dan kecemasan pada orang dewasa muda. Menambahkan segenggam blueberry ke dalam makanan Anda setiap hari bisa memberikan peningkatan alami bagi kesehatan mental Anda.

  1. Ikan salmon

Ikan berlemak seperti salmon kaya akan asam lemak omega-3, terutama EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid).

Lemak omega-3 dikaitkan dengan peningkatan stres oksidatif dan pengendalian kecemasan dengan meningkatkan fungsi otak.

Mengonsumsi ikan salmon secara rutin bisa menyediakan sumber alami asam lemak omega-3 tersebut dan berkontribusi pada kondisi pikiran yang lebih tenang.

Kenari dan biji rami juga merupakan sumber yang kaya asam lemak omega-3 dan bisa ditambahkan ke dalam makanan untuk mengurangi kecemasan.

  1. Pisang

Pisang adalah sumber magnesium yang baik. Sebuah studi tahun 2004 yang diterbitkan dalam European Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa suplementasi magnesium bisa meningkatkan mood.

Satu buah pisang berukuran besar mengandung 37 mg magnesium yang membantu menurunkan tekanan darah.

Pisang membantu menjaga detak jantung lebih rendah dan juga membantu mengendalikan kecemasan, kegelisahan dan perubahan suasana hati.

  1. Karbohidrat kompleks

Pakar nutrisi menjelaskan bahwa karbohidrat kompleks dari biji-bijian mencegah Anda merasa sedih dengan memberikan pelepasan energi secara perlahan ke dalam aliran darah. Karbohidrat di otak diketahui meningkatkan kadar serotonin, kadang disebut sebagai hormon bahagia.

Untuk menjaga energi dan kebahagiaan Anda, pastikan setiap makanan diberi jarak tertentu dan mengandung oat, gandum utuh, quinoa, barley, atau biji-bijian utuh lainnya.

  1. Jeruk

Konsentrasi vitamin C tertinggi bisa ditemukan pada buah jeruk, yang juga membantu dalam manajemen stres. Vitamin C telah terbukti mengurangi stres emosional dan fisik, kemungkinan besar dengan menurunkan kadar kortisol.

Hormon kortisol atau dikenal juga dengan hormon Fight or Flight, dilepaskan saat sedang stres dan dikaitkan dengan sejumlah gangguan medis. (edisi/jpnn)

Comment