MUNA, EDISIINDONESIA.id – Pekerjaan taman pada proyek penataan kawasan burung-butung kota Raha, Kecamatan Katobu yang melekat pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Muna diduga bermasalah.
Bagaimana tidak, informasi yang berhasil dihimpun Edisi Indonesia, pada pekerjaan pembangunan taman ditengah-tengah hamparan timbunan tidak dibuatkan pondasi terlebih dahulu, padahal kondisi tanah yang masih labil, sehingga kualitas pekerjaan dinilai buruk, yang diprediksi kondisi taman akan cepat rusak.
Sementara itu, Kepala Dispora Muna melalui Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Prestasi Olahraga, Muh. Rustam membenarkan hal itu, namun ia menganggap hal tersebut bukan masalah.
“Sebenarnya itu bukan jogging track, hanya taman tempat tanam-tanam saja bunga, tidak ada beban diatasnya. Memang tidak di pondasi sesuai RAB nya. Jadi tidak ada masalah,” kelitnya.
Menurutnya, kepadatan tanah sudah diperiksa, pihaknya tinggal mengambil hasil uji kepadatan tanah dari laboratorium.
“Hasil pengamatan pengawas itu bukan tanah basah, sudah padat, memenuhi syarat. Sehingga tidak perlu kita ragukan,” katanya.
Selain itu, Muh. Rustam menyampaikan bahwa pekerjaan penataan kawasan butung-butung tersebut belum selesai 100 persen.
Dia katakan, pihak ketiga diberi penambahan kesempatan selama 50 hari untuk menyelesaikan paket pekerjaan senilai Rp 7 Miliar tahun anggaran 2023 tersebut.
“Progressnya per Desember 2023 mencapai 90 persen. Pemberian kesempatan sesuai ketentuan perpres nomor 12 tahun 2021,” tandasnya.
Diketahui, paket pekerjaan penataan kawasan butung-butung Raha meliputi beberapa item kegiatan diantaranya penimbunan disertai pembuatan taman dan pembangunan talud. (**)
Comment