Deddy Corbuzier Kritik Cara Polisi Menangkap Saipul Jamil, Sebut Keterlaluan

EDISIINDONESIA.id – Deddy Corbuzier mengkritisi proses penangkapan pedangdut Saipul Jamil yang menghebohkan di jalur Busway, Jalan Daan Mogot, Petamburan, Jakarta Barat.

Deddy Corbuzier menegaskan tidak membela Saipul Jamil secara kepribadian, namun dia melihat apa yang dilakukan polisi sudah kelewatan, apalagi ternyata pedangdut itu tidak terbukti terlibat narkoba.

“Polisi atau rampok? Gua enggak suka Saipul Jamil akan kelakuannya. Tapi ini kelewatan nangkap orang narkoba, enggak kebukti pula. Dipukulin loh orang,” tulis Deddy Corbuzier di Instagram, Sabtu, Januari 2024.

Diapun menyentil perlakuan terhadap napi kasus pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat, Ferdy Sambo, yang belakangan diduga tidak berada di Lapas Salemba, seperti pengakuan pengacara Alvin Lim.

“Video full-nya (penangkapan Saipul Jamil) seram, ngancam tembak, Sambo apa kabar Pak Pol?,” sentilnya.

Suami Sabrina Chairunnisa menjelaskan dari video yang dilihatnya saat proses penangkapan itu keterlaluan sampai Saipul Jamil ketakutan.

“Yang ditangkap aja ketakutan enggak percaya ini polisi, lucu kan,” sentilnya.

Dia juga menyarankan yang menangkap Saipul Jamil dites urine. “Saiful dites urine, katanya negatif. Boleh sekalian oknum polisi yang di sana dites juga gak,” sebutnya.

Disebutkannya penangkapan tersebut mirip anggota SWAT atau di film India. Dia juga mention Divisi Humas Polri, Polda Metro Jaya agar memberikan penjelasan di Podcast-nya.

“I just wonder pengguna narkoba cara nangkapnya gini ya, keren euih kaya anggota SWAT di film ilm India. Anw postingan ini nanti saya hapus, ngotorin, @divisihumaspolri @humas.poldametrojaya Podcast yuk,” pungkas Deddy Corbuzier.

Seperti diketahui, polisi hendak menangkap asisten Saipul Jamil yang terlibat narkoba yang ada di mobil sang pedangdut. Saipul yang tak tahu apa-apa kaget dan histeris karena mengira dicegat begal. (Edisi/Pojoksatu)

Comment