KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sedang gencar-gencarnya melakukan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Baik dari pihak Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), termasuk juga anggota-anggota KPU yang ada di kabupaten kota se-Sultra.
Ketua KPU Provinsi Sultra, Asril mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan guna memperkecil potensi kerawanan pemilu di bumi anoa, terutama di dua daerah yang dinilai cukup tinggi indeks kerawanannya yaitu di Kabupaten Muna dan Muna Barat (Mubar).
“Sekarang ini kami gencar-gencarnya penguatan SDM kami dari pihak PPS, PPK termasuk juga teman-teman KPU yang ada di Kabupaten Muna maupun di Muna Barat,” ujar Asril, Senin (18/9/2023).
“Tidak menutup kemungkinan juga di daerah-daerah lain, makanya sekarang ini kami sedang gencar-gencarnya melakukan penguatan SDM sebelum masuk pada tahapan logistik yang InsyaAllah di bulan Oktober ini sudah mulai kita proses pengadaannya,” tambahnya menjelaskan.
Sehingga kata dia, dalam tahapan-tahapan yang landai saat ini, pihaknya betul-betul melakukan penguatan SDM khususnya di badan Ad Hoc dan KPU Kabupaten Kota.
“Kalau kerawanan ini kami belum tahu persis, karena itu kan datanya dari Bawaslu tetapi ada beberapa informasi bahwa memang salah satunya adalah Kabupaten Muna,” ungkapnya.
“Jadi kami dalam suasana atau situasi yang landai ini, kami betul-betul melakukan penguatan-penguatan dalam rangka untuk memperkecil hal-hal yang seperti kita pikirkan bersama (potensi kerawanan pemilu),” pungkasnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Sultra Andap Budi Revianto mengatakan bahwa, langkah-langkah khusus yang dapat dilakukan untuk mengatasi potensi kerawanan pemilu, salah satunya yaitu dengan melihat hasil identifikasi dari pihak kepolisian, Bawaslu atau pihak-pihak lain agar menjadi masukan berharga.
“Kita tidak boleh terjebak, untuk itu kita melakukan langkah-langkah apa saja. Baik itu pembinaan, melakukan sosialisasi dan langkah-langkah yang lain, intinya adalah kita memberikan pemahaman,” bebernya.
“Mari kita rajut kebersamaan diantara kita, jangan sampai nanti kita terbelah, terpecah, kemudian berujung kepada konflik sosial,” pungkasnya. (**)
Comment