BOMBANA, EDISIINDONESIA.id – Penghargaan kepada para tokoh pemekaran Kabupaten Bombana adalah gagasan yang diinisiasi oleh Penjabat Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin.
Ketua Panitia, Anton Ferdinan mengatakan kegiatan tersebut adalah gagasan yang diinisiasi oleh PJ Bupati Bombana penyerahan penghargaan untuk para tokoh pemekaran Bombana adalah yang pertama kalinya dan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan perayaan HUT RI ke 78 di Kabupaten Bombana.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan keinginan masyarakat atau para tokoh pemekaran kabupaten Bombana melainkan gagasan yang diinisiasi PJ Bupati Bombana kegiatan tersebut dinilai sukses dan memperoleh sambutan hangat oleh masyarakat kabupaten Bombana.
“Terlebih lagi bahwa sebelumnya setelah kurang lebih 20 tahun Bombana resmi sebagai salah satu daerah kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara ini belum pernah diselenggarakan suatu event untuk mengingat kembali perjuangan para tokoh-tokoh yang terlibat suksesi pemekaran Kabupaten Bombana saat itu,” kata dia, Kamis (24/8/2023).
Lebih lanjutnya, kegiatan yang diselenggarakan pada Selasa 15 Agustus 2023 lalu, di Aula Tanduale Kantor Bupati Bombana tidak memberi batasan dan ruang tersendiri bagi para tokoh pejuang pemekaran, tetapi melihat kondisi dan waktu yang belum maksimal sehingga terkesan mendadak serta beberapa hal tekhnis pada kegiatan tersebut yang kemudian hanya ada beberapa tokoh yang tercover saat itu, namun kesemuanya telah di list dan dipersiapkan baik pada kegiatan yang lalu maupun pada agenda kedepan yakni pada kegiatan HUT Bombana mendatang.
“Sebetulnya ada ratusan undangan untuk para tokoh pemekaran, ada juga yang tidak dapat menerima undangan karena hal tekhnis dan tidak ada kontak personnya. Kemudian mengingat kondisi yang sangat padat kegiatan terlebih lagi bapak bupati harus meniggalkan tempat dikarenakan beliau ada jadwal ke Jakarta, dan Karena ini adalah kegiatan pertama juga sehingga semua kami pressure kembali dan hasilnya dari ratusan para tokoh pemekaran itu hanya masing-masing 5 orang per wilayah sebagai keterwakilan saja,” imbuhnya.
“Semuanya kami data dan membuat list para tokoh pejuang pemekaran Bombana, dari kalangan pemuda dan mahasiswa, tokoh intelek, tokoh agama, budayawan hingga masyarakat yang memang saat itu terlibat,” sambungnya.
Menurutnya, ini penting mengingat generasi Bombana yang mulai acuh tak acuh dengan eksistensi serta prestasi daerah dan para tokoh yang andil saat itu, yang kemudian diharapkan dapat menginspirasi dan mengedukasi generasi muda serta masyarakat khususnya di Kabupaten Bombana.
Ia menegaskan data para tokoh serta dokumen masih tersimpan sebagai arsip sehingga tidak akan meluputkan seorangpun nantinya.
“Terkait protes yang dilayangkan beberapa tokoh pemekaran hanyalah kelalaian tekhnis panitia dan miss komunikasi antara panitia dan para tokoh,” tutupnya
Ketua Lembaga Adat Moronene (LAM) yang juga sebagai salah satu tokoh pemekaran kabupaten Bombana, Yunus NL saat dikonfirmasi, ia sangat berterimakasih kepada Pemda Bombana yang masih mengingat jasa-jasa beliau dan rekan-rekannya saat itu.
Dia mengungkapkan untuk memekarkan Bombana saat itu sangat sulit sehingga beliau dan kawan-kawan terjadi diskusi yang alot mulai dari Penamaan, tempat Ibu kota.
“Sehingga saya terharu sedih mengingat ada salah satu rekannya yang meninggal dunia saat itu dan untuk melewati proses itu beliau bersama rekan-rekannya menghabiskan waktu hingga bertahun-tahun lamanya berjuang,” papar Yunus NL.
Ia menambahkan upaya yang dilakukan Pemda Bombana saat ini adalah prestasi yang positif sebagai bentuk edukasi masyarakat dalam membangun daerah dan juga sebagai inspirasi untuk generasi muda Bombana lebih semangat dalam menggapai cita-citanya.
“Harapannya nilai-nilai perjuangan yang dititipkan para tokoh pemekaran yang lalu tidak di sia-siakan begitu saja, agar daerah Bombana ini lebih maju lagi dan Pemda yang benar-benar menjalankan fungsinya bersama masyarakat mengawal daerah Bombana yang lebih baik lagi kedepannya,” tuturnya. (**)
Comment