Juru Bicara PSI Beri Sindiran Keras Soal Guntur Romli Nyaleg Lewat PDIP

EDISIINDONESIA.idMantan Kader PSI Guntur Romli kini menjadi bakal caleg PDI Perjuangan. Dia nyaleg di Jawa Timur III.

Padahal, Guntur Romli baru saja mundur dari PSI pada 5 Agustus 2023 lalu.

Namanya masuk dalam daftar caleg sementara (DCS) di Dapil Jatim III meliputi Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso) yang telah ditetapkan KPU.

Di dapil yang sama paga pileg 2019 silam, dia gagal lolos di Senayan melalui PSI.

Ketua DPP PSI Sigit Widodo meminta agar Guntur Romli tak lagi mencari-cari alasan untuk pindah partai.

“Saya mendoakan Mas Guntur bisa menjadi petugas partai yang baik di PDIP. Namun saya harap Mas Guntur tidak lagi mencari-cari alasan untuk kepindahannya,” kata Sigit Widodo, dalam keterangannya, Senin, (21/8/2023).

“Pindah saja baik-baik, kami di PSI akan selalu menganggap Mas Guntur sebagai seorang sahabat,” tandas Koordinator Program PIS ini.

Sebelumnya, Guntur Romli mengakui dirinya saat ini terdaftar sebagai bacaleg di Partai usungan Megawati Soekarnoputri itu.

Dia mengatakan bahwa dirinya sempat tak ingin masuk partai setelah keluar dari PSI. Namun setelah melihat Golok dan PAN dukung Prabowo ia lalu memutuskan gabung di PDIP.

“Semula saya tidak mau masuk Partai lagi, namun begitu melihat Ganjar dikeroyok oleh parpol-parpol dan di situ ada kekuatan Cendana bahkan ‘owner’ Cendana akan ‘come back’, maka saya akhirnya memilih ke PDI Perjuangan. Saya tidak mau Republik ini jatuh ke rejim Cendana dan kroni-kroninya,” kata Guntur Romli.

Dikatakan, dirinya berasal dari Pesantren di Situbondo. Guntur Romli bercerita bahwa dirinya pernah mendapat cerita pertemuan Megawati pada masa-masa perjuangan melawan Soeharto dengan ulama karismatik dan Pahlawan Nasional, Syaikhona KH As’ad Syamsul Arifin yang oleh Bung Karno disebut “Kyai Kapas”.

Lanjut cerita, dulunya Syaikhona KH As’ad Syamsul Arifin sering bertemu Bung Karno. KH As’ad pula yang mengajarkan kepada Megawati untuk sering berziarah ke makam para wali.

Selain itu, ada pesan khusus yang disampaikan Syaikhona KH As’ad Syamsul Arifin kepada Mega kalau berhadapan dengan kesulitan maka jangan ragu berdoa di makam ayahnya, Bung Karno untuk merenung, berkontemplasi dan berdialog. Bung Karno tidak hanya dikenal sebagai Penggali Pancasila dan Tokoh Bangsa, tetapi juga dikenal Tokoh Spiritual.

Lebih jauh disebut, sudah menjadi kehendak semesta bahwa Ade Armando lah yang mempersoalkan dialog Mega dengan Bung Karno.

“Dan Ade Armando menuduh itu sebagai klenik. Suatu pernyataan yang membuat saya memprotes keras, karena Ade Armando tidak mengerti dan memahami tradisi dan kepercayaan itu, tapi dengan mudahnya melontarkan hinaan, lebih-lebih ketika PSI memilih bergabung ke Prabowo dan Gerindra, rasa hormat dan bangga saya pada PSI sudah hilang,” ujarnya.

Tak hanya itu, Guntur Romli mempertanyakan PSI yang hanya diam dengan proyek estate.

“Saat ini saya mempertanyakan sikap kritis PSI terhadap Prabowo yang gagal total melaksanakan kebijakan food estate Presiden Jokowi yang sebenarnya bagus, tapi diduga diselewengkan dengan membentuk PT. Agrinas yang diisi kroni-kroni Prabowo. Kalau penanaman singkong saja bisa dikorupsi apalagi pengadaan alutsista? Saya ragu PSI akan mampu meneriakkan anti korupsi terhadap Prabowo,” tandasnya. (edisi/fajar)

Comment