Proyek Jalan Lintas Namrole-Leksula Rp 123 Miliar Terus Digenjot Walupun Terkendala Cuaca

MALUKU, EDISIINDONESIA.id – PT Mutu Utama Konstruksi terus menggenjot pengerjaan pembangunan proyek jalan lintas Namrole-Leksula 1 (satu) di Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Provinsi Maluku, walaupun dalam kondisi cuaca ekstrim atau curah hujan tinggi.

Proyek yang mengunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran (TA) 2022-2024 senilai Rp 123,999,999,828,00, dengan nomor kontrak, HK 0102-Bb16/498674.1.2/2013/01.

Sementara untuk waktu pelaksanaan itu kurang lebih selama 461 hari, sesuai kalender pekerjaan.

Site Manager, Haris Sehainenia proses pekerjaan sedikit terlambat, disebabkan faktor cuaca yang kurang bagus.

“Yang menjadi kendala di lapangan itu karena curah hujan cukup tinggi, sehingga pekerjaan terlambat. Sehingga, jalan yang tadinya sudah selesai gusur, ketika musim hujan tiba, lumpur kembali menutupi ruas jalan tersebut, akhirnya dikerjakan kembali,” ucap Haris, di Kota Namrole, Kabupaten Buru Selatan, Rabu (2/8/2023).

Haris menjelaskan, proses pekerjaan jalan saat ini sudah memasuki enam bulan, sejak 25 Januari 2023.

“Kalau sesuai kontrak, pekerjaan sudah berjalan 6 bulan, tapi kerja efektif baru masuk 3 bulan, karena saat itu libur puasa dan lebaran, ditambah proses Pree Contruction Meeting (PCM) di Ambon selama 2 bulan, jadi waktu efektif kerja baru 3 bulan,” kata Haris.

Ia menuturkan saat ini tahapan pekerjaan sudah masuk tahap penyiapan badan jalan.

“Karena galian pelebaran, pekerjaan pasangan saluran mortar, galian saluran tanah dan galian batu sudah selesai,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, ruas jalan yang dikerjakan saat ini sepanjang 17 kilo meter, mulai dari Desa Namrinat, Kecamatan Namrole sampai dengan Dusun Walafau, Desa Wamkana, Kecamatan Namrole.

“Pekerjaan jalan keseluruhan itu sepanjang 17 kilo meter, yang sudah digusur kurang lebih 11 kilo, jadi masih kurang 6 kilo,” ungkapnya.

Untuk menunjang pekerjaan, ia menambahkan, pekerjaan jalan tersebut menggunakan puluhan alat berat, diantaranya ekskavator 10 unit, doser 4 unit, grader 1 unit dan vibrator 1 unit dan dam truck 15 unit.

“Selain itu juga, ada kendala lainnya, seperti tanaman masyarakat, material yang angkut tidak bisa dibuang di lokasi pekerjaan, jadi harus dibuang ke tempat lain,” pungkasnya. (**)

Comment