MotoGP Inggris Ketat Usai Dorna Terapkan Aturan dan Format Baru

Foto: reuters

EDISIINDONESIA.id — Dorna sebagai penyelenggara MotoGP 2023 mengubah format rangkaian race. Perubahan itu memperketat kompetisi.

Seri MotoGP di Silverstone Inggris akan menjadi ajang pertama penerapan aturan baru itu.

Setelah terjadinya kesepakatan antara MotoGP Class Teams dan Grand Prix Commission diputuskan bahwa penentuan pembalap yang lolos langsung ke kualifikasi kedua Q2 bakal terjadi pada sesi practice di hari Jumat selama 60 menit.

Artinya kombinasi waktu pada sesi latihan bebas tidak lagi menentukan pembalap yang lolos ke Q2.

Alhasil mulai MotoGP Inggris, latihan bebas hanya bermanfaat untuk persiapan tim dan pembalap jelang balapan MotoGP.

Dengan penentuan pembalap lolos Q2 ditentukan pada sesi practice di hari Jumat, maka dipastikan persaingan menuju sesi kualifikasi bakal semakin ketat.

Selain itu diketahui ada dua perubahan berkaitan dengan format akhir pekan lomba dan regulasi kompetisi.

Dimulai dari jadwal sesi, pembalap hanya perlu mengadu waktu lap terbaik untuk lolos langsung kualifikasi dua saat sesi latihan bebas kedua.

Pembalap mendapatkan waktu ekstra untuk mempersiapkan setelan ataupun pengujian yaitu saat latihan bebas pertama.

Adapun tentang regulasi kompetisi, MotoGP mulai menerapkan peraturan dan penalti tentang batas tekanan udara pada ban.

Batas tekanan ban menjadi kontroversi usai Francesco Bagnaia (Ducati) diketahui melanggarnya saat memenangi balapan MotoGP Spanyol musim lalu.

Pembalap dituntut untuk setidaknya tampil di atas batas (1,9 bar/27,5 psi untuk ban depan dan 1,7 bar/24,6 psi untuk ban belakang) selama 12 lap untuk lomba 25 lap seperti GP Spanyol.

Patut kita tunggu, apakah inovasi yang dilakukan Dorna membuat jalannya persaingan MotoGP 2023 bakal semakin ketat. (**)

Comment