MAKASSAR, EDISIINDONESIA.id — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan menilai jemaah haji tidak seharusnya bersikap glamor keduniaan saat pulang berhaji.
Emas adalah simbol keduniaan, sehingga harusnya pulang berhaji para jamaah haji harusnya menanggalkan itu, bukan justru memamerkan.
Hal itu diutarakan Sekretaris MUI Sulsel, Prof Muammar Bakry merespon viralnya jemaah yang glamor emas hingga ratusan gram sepulangnya menunaikan ibadah haji dari Arab Saudi.
“Terkait jemaah yang memamerkan emas setelah pulang dari Mekkah, seharusnya ibadah haji itu memiliki pesan dan hikmah yang mendalam terkait posisi hamba kepada Allah,” kata Sekretaris MUI Sulsel, Prof Muammar Bakry, Senin (10/7).
Menurut Muammar, simbol-simbol keduniaan harusnya ditanggalkan dalam proses haji. Pasalnya, ibadah haji itu menunjukkan posisi manusia yang tidak memiliki apa-apa di hadapan Allah SWT.
Pesan itu, kata Muammar, harusnya terbawa setelah menunaikan ibadah haji, sehingga harta yang dimiliki pun itu sifatnya hanya titipan.
“Harta itu hanya titipan dan bukan miliki kita selama-lamanya, sehingga orang yang memiliki harta, bukan untuk dibangga-banggakan, apalagi untuk dipamerkan tapi hartanya justru lebih dekat dengan Tuhan, juga semakin dekat dengan sesama manusia,” ujar Muammar.
Seseorang yang telah melaksanakan ibadah haji, kata Muammar, harus ada perbedaan sebelum melaksanakan haji. Sehingga apabila setelah berhaji bisa menjadi panutan di tengah masyarakat.
“Itulah pesan haji dan untuk mencapai mambrurnya haji. Apa dampak positifnya di tengah masyarakat, karena haji itu role model bagi masyarakat. Semakin banyak haji yang pulang, semakin banyak teladan yang menjadi panutan di tengah masyarakat,” katanya.
Sebelumnya, jemaah haji kloter pertama asal Embarkasi Makassar telah tiba di Asrama Haji Sudiang Makassar, Sulawesi Selatan, setibanya sejumlah jemaah wanita pun nampak ada perubahan dari gaya berpakaiannya.
Seperti salah satu jemaah haji perempuan asal Makassar, Suarnati Daeng Kanang (46) yang memakai perhiasan emas yang beratnya mencapai 100 gram dengan nilai kisaran Rp 120 juta.
Akibat viralnya video Suarnati Daeng Kanang di media sosial netizen menghujat agen burger ini. Suarnati Daeng Kanang (46) merasa sedih setelah mendapatkan hujatan dan cibiran dari netizen.
“Iya kodong (kasihan) saya dikatain sok pamer dan disuruh istigfar. Ya Allah malu-malu ku rasa,” kata Daeng Kanang dilansir dari CNNIndonesia.com, Kamis (6/7).
Daeng Kanang mengaku bahwa dirinya tidak maksud untuk pamer dengan perhiasan emas yang digunakannya usai tiba di Asrama Haji Sudiang Makassar, Rabu (5/7) kemarin.
Menurut Daeng Kanang dirinya membeli emas yang seberat 100 gram di Arab Saudi seharga Rp120 juta sebagai bentuk investasi di masa depan.
“Saya menabung bertahun-tahun. Karena saya pikir beli emas gampang jual kalau lagi membutuhkan modal usaha,” katanya. (**)
Comment