MALUKU, EDISIINDONESIA.id – Bursa perpolitikan Pemilu 2024 di Provinsi Maluku kian ramai diisi kaum milenial termaksud salah satunya aktivis pergerakan yang lahir, di Desa Jikumerasa, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku.
Sosok aktivis perempuan milenial yang akan bertarung di DPRD Provinsi Maluku dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Buru-Buru Selatan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yakni Nina Batuatas., S.H., M.H.
Nina Batuatas yang saat ini sebagai Tenaga Ahli Pimpinan Komisi IV DPR RI Fraksi PKB merupakan anak perempuan ke enam dari tujuh bersaudara dan lahir dari keluarga petani yang sederhana, sebagian keluarganya memilih profesi sebagai guru, tentara dan perawat. Sedangkan, Nina memilih aktif di dunia aktivis dan politik.
“Karena dengan politik kita dapat membantu banyak orang,” ujar perempuan yang berdarah campuran Buton, Sula dan Seram Geser ini, Sabtu (20/5/2023).
Selain itu, Nina memiliki darah Sula dan Seram dari garis keturunan ibunya sedangkan ayahnya berasal dari Sulawesi Tenggara (Sultra), Kabupaten Buton Selatan (Busel) yakni Kecamatan Wacuata atau Batuatas.
Tetapi sosok Nina melekat dengan orang Buru, karena lahir dan besar di Kabupaten Buru, Kecamatan Lilialy, Desa Jikumerasa, kakeknya dari garis keturunan ibu merupakan mantan Veteran, pejuang kemerdekaan 1945 di Kabupaten Buru dan sekitar tahun 1978 pernah menjabat sebagai kepala desa ke tujuh, selama 12 tahun di Desa Jikumerasa.
Karir politisi muda ini dimulai ketika aktif dibangku sekolahan SMA Negeri 2 Namlea, sebagai Sekretaris IPPNU Cabang Buru pada tahun 2006 dan setelah tamat SMA. Nina melanjutkan S1 di Universitas Iqra Buru dan aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan menjabat sebagai Ketua Kopri Cabang PMII Buru periode 2011-2012.
Setelah melalang buana di dunia pergerakan, Nina mulai mengikuti kongres PB PMII ke XVII di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 17 Maret 2011 dari proses inilah dirinya yang mewakili Kopri Maluku/Maluku Utara dan Papua/Papua Barat, bargaining posisi untuk masuk dijajaran PB Kopri PMII sebagai salah satu Ketua Bidang Pendidikan, Seni dan Budaya Kopri PB PMII Periode 2011-2014.
Dalam rangkaian proses akhirnya Nina mulai memutuskan berkarier di Jakarta sebagai aktivis sekaligus bisa menganyam Pendidikan S2. Nina menempuh pendidikan S2 di Universitas Jayabaya.
“Bagi saya pendidikan sangat penting untuk generasi muda, karena dengan pendidikan dapat mempertajam logika berpikir dan berinovasi untuk pengembangan daerah, bagaimana kita mau memimpin suatu komunitas atau daerah sementara kita abaikan pendidikan untuk diri sendiri,” ujar Nina yang masih berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.
Dalam percaturan perpolitikan ibu kota dirinya pernah mengikuti bursa pencalonan sebagai salah satu kandidat Kopri PB PMII pada Kongres ke – XVIII di Jambi, 7 Juni 2014 lalu.
“Meskipun tidak terpilih bagi saya dalam pertarungan kalah menang itu hal biasa, yang terpenting adalah kita sebagai representasi perempuan timur bisa tampil dikancah perpolitikan nasional, dengan berbagai gagasan untuk pengembangan kaderisasi,” ungkapnya.
Pasca kongres dirinya masih dipercayakan lagi mengembang amanah sebagai Wasekjen PB PMII Periode 2014-2017 yang mewakili zona Indonesia timur yakni Maluku, yang merupakan kader kopri/perempuan pertama dari Maluku, yang masuk jajaran BPH PB PMII.
Sampai saat ini ia juga masih bergabung dengan beberapa organisasi nasional di antaranya PP Fatayat NU, Sekretaris Umum F-P4K Sarbumusi NU, Ketua Bidang Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi DPP KNPI di bawah kepemimpinan Bung M. Ryano Panjaitan.
Dalam sehari-hari dirinya bekerja sebagai Tenaga Ahli wakil pimpinan komisi IV DPR RI Fraksi PKB. Profesi sebagai TA Anggota DPR RI sudah dijalaninya kurang lebih tujuh tahun dan bergabung juga sebagai advokat disalah satu lawfirm di Jakarta.
“Momentum politik seakan memanggil saya untuk kembali mengabdi, untuk tanah kelahiran karena banyak hal yang harus dibenahi diantaranya pendidikan, kesehatan dan pengembangan ekonomi bagi masyarakat pesisir, karena ekonomi menjadi pondasi penting untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
“Untuk itu, menjadi perhatian serius dalam kampanye nanti. Karena menjadi anggota DPRD itu bukan mencari uang atau pekerjaan, tetapi sebagai bentuk dari pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat,” tutup perempuan yang mencalonkan diri sebagai Caleg DPRD Provinsi Maluku Dapil II Kabupaten Buru dan Buru Selatan. (**)
Comment