KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Pemerintah (Pemkot) Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kendari melakukan Training Center (TC) Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH).
Dimana, hal tersebut sebagai upaya agar peserta STQH yang sudah juara di tingkat Kota Kendari dan akan menjadi utusan dari Kota Kendari diupayakan untuk bisa berlatih dan fokus terhadap cabang-cabang yang akan mereka wakili di STQH tingkat Provinsi.
Adapun jumlah cabang yang akan diperlombakan yaitu sebanyak 20 cabang, diantaranya yaitu tilawah anak-anak (putra dan putri), tilawah dewasa (putra dan putri), golongan satu juz dan tilawah (putra dan putri), golongan lima juz dan tilawah (putra dan putri).
Kemudian, golongan 10 juz (putra dan putri), golongan 20 juz (putra dan putri), golongan 30 juz (putra dan putri), tafsir bahasa arab (putra dan putri), HD 100 hadits dengan sanad (putra dan putri), serta HD 500 hadits tanpa sanad (puta dan putri).
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Kendari Sapri, mengatakan melalui TC tersebut setidaknya kemampuan para peserta STQH tingkat Provinsi Sultra bisa lebih meningkat dan fokus, karena para pelatih akan memberi masukan-masukan yang membangun.
“Sehingga yang kemarin mungkin ada kekurangan kita bisa meminimalisir dan kita bisa menyempurnakan. InsyaAllah pada saat STQH di tingkat Provinsi,” katanya usai menghadiri TC STQH di salah satu hotel Kota Kendari pada, Selasa (16/5/2023) malam.

Ia menyampaikan utusan STQH untuk di Kota Kendari semua cabang lengkap terwakili dan akan mengikuti semua cabang yang ada. Namun, untuk pelaksanaannya pihaknya masih menunggu informasi dari biro kesra Provinsi Sultra kapan akan dimulai.
“Tetapi kita sudah menyiapkan segala sesuatunya apapun itu, sehingga ketika pelaksanaan kegiatannya nanti kita sudah siap dan peserta juga sudah siap dan pelatih-pelatih ini sudah memberikan masukan yang membangun kepada para peserta. Sehingga kita berupaya untuk menjadi juara umum ditingkat provinsi” jelasnya.
Lanjut, Sapri menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya memberikan yang terbaik dari tahun ke tahun kepada peserta utusan Kota Kendari. Dimana untuk tahun 2023 ini pihaknya menyiapkan fasilitas lebih bagi utusan Kota Kendari di TC STQH, dengan memberikan satu kamar kepada satu orang peserta.
“Dikamar itu nanti mereka bisa berkonsentrasi untuk belajar dengan pelatihnya, sehingga dengan itu hafalan-hafalan dan bacaan-bacaan itu mereka bisa fokus, tidak terganggu dan bisa mereka nyaman untuk menerima pelajaran yang di berikan oleh pelatih,” bebernya.
Sehingga, ia berharap utusan-utusan Kota Kendari di STQH tingkat Provinsi bisa maksimal dalam belajar dan juga memberikan ilmunya, kemudian juga bisa meningkatkan pengetahuannya, terutama nanti pada saat penilaian, dengan harapan bisa tampil sempurna.
Sementara itu, Ketua LPTQ Kota Kendari, Subbang Fahri berpesan kepada para peserta yang akan mengikuti STQH tingkat Provinsi Sultra agar selama mengikuti TC bisa terbuka terkait dengan selera.
“Jangan sampai ada anak-anak yang tidak cocok dengan makanan yang asin maupun yang hambar. Jadi pertama itu terkait pola makan karena itu mempengaruhi suara. Biar anak itu mampu tapi kalau suaranya sudah kalah tentunya itu akan sangat berpengaruh,” ungkapnya.

“Mudah-mudahan nantinya kita bisa kita umum lagi,” pungkasnya.
Untuk diketahui, berikut 20 nama yang akan mewakili Kota Kendari mengikuti 20 cabang STQH tingkat Provinsi Sultra yaitu :
- Abd Waly Al Arkany (tilawah anak-anak putra)
- Mufida (tilawah anak-anak putri)
- Muhammad Yasir (tilawah dewasa putra)
- Kurnia (tilawah dewasa putri)
- Muhammad Ishak (gol 1 juz dan tilawah putra)
- Maya Ismi Rahman (gol 1 juz dan tilawah putri)
- Muh Fahmi Khosen (gol 5 juz dan tilawah putra)
- Siti Mudawamah (gol 5 juz dan tilawah putri)
- Ahmad Rafid Al-Bahri (gol 10 juz putra)
- Najwa (gol 10 juz putri)
- Ach Fakhri Ikram (gol 20 juz putra)
- Asy Syifa Insani Kamila (gol 20 juz putri)
- Ibnu Huda (gol 30 juz putra)
- Lilis Chalisa (gol 30 juz putri)
- Muhammad Syafi’i (tafsir bahasa arab putra)
- Annisa Mutmainnah (tafsir bahasa arab putri)
- Muh Fahrul Nasir (HD 100 hadits dengan sanad putra)
- Fatimatuzzahra Tamrin (HD 100 hadits dengan sanad putri)
- Muhammad Nabil (HD 500 hadits tanpa sanad putra)
- Nur Kholifah (HD 500 hadits tanpa sanad). (**)
Comment