BOMBANA, EDISIINDONESIA.id — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Bombana menerima kunjungan kerja dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dalam agenda Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2022 dan 2023 yang bertempat di ruang pertemuan Bappeda, Rabu (3/5/2023)
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan Agenda Prioritas Pengawasan BPKP Tahun 2023 pada Sektor Reformasi Pembangunan SDM, Tema Kesehatan, Topik Stunting.
Pelaksanaan evaluasi mengacu pada Pedoman Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023. Fokus pengawasan diprioritaskan pada Daerah dengan Angka Prevalensi Stunting (APS) pada SSGI tahun 2022 APS tahun 2022 yang mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2021, dengan lingkup pengawasan mencakup realisasi tahun 2022 dan perencanaan/penganggaran tahun 2023 serta realisasinya sampai dengan Triwulan I Tahun 2023.
Target penurunan angka prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2024 yang harus dicapai adalah sebesar 14 persen. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), Hasil SSGI tahun 2022 menunjukkan angka Stunting di Indonesia mengalami penurunan 2,8% dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6% di tahun 2022. Intervensi penurunan stunting terintegrasi upaya penurunan stunting dilakukan melalui dua intervensi, yaitu intervensi gizi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung dan intervensi gizi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung.
Kegiatan ini diterima dan dikoordinir langsung melalui sambutan Kepala Dinas P2KB Kabupaten Bombana Abdul Aziz didampingi Pejabat Struktural dan Substansi Perencanaan Dinas serta turut dihadiri Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bombana dan Mitra Kerja terkait. Dimana pelaksanaan evaluasi dilakukan oleh Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Pusat (IPP) Provinsi Sulawesi Tenggara.
Saat di temui awak media di ruang kerja kepala Dinas P2KB Kabupaten Bombana Abdul. Azis mengatakan dirinya tetap optimistis, apalagi masing masing Dinas terkait sudah punya tupoksi dalam penurunan angka stunting di kabupaten Bombana. Ungkapnya
Ia mengatakan apalagi dengan kedatangan BPKP hari ini melakukan survei, “Maka kami sebagai tim bisa mengetahui dimana titik lemahnya, agar kami bisa melakukan apa dan dimana saja yang akan kami perbaiki,”Ungkapnya.
Dirinya juga mengatakan apapun alasannya capaian standar angka Nasional 14℅ angka stunting harus terpenuhi di tahun 2024, apalagi dengan turunnya BPKP maka mereka akan lebih paham dimana titik lemahnya. Ungkap Abdul Azis. (**/Jls)
Comment