Alfian Annas Sebut Petinggi Polri Tak Beking Tambang Blok Mandiodo

KONUT, EDISIINDONESIA.id – Tersebarnya opini bekingan tambang yang menyebut adanya aktivitas ilegal meaning di Blok Mandiodo, Konawe Utara (Konut) mendapatkan tanggapan dari pemuda asal Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ketua Umum (Ketum) Tamalaki Sultra, Alfian Perdana Saputra Annas mengatakan kegiatan di Blok Mandiodo telah berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ia mengatakan bahwa opini yang disebarkan disalah satu koran nasional telah terbantah dengan aksi penanganan Bareskrim Mabes Polri dan Polda Sultra yang melakukan pengawasan secara ketat.

“Saya kira ini sudah dilakukan pengamanan oleh Bareskrim sejak beberapa tahun lalu. Jadi isu yang disebarkan koran tempo kami anggap telah usai,” kata Alfian Annas, Senin (30/1/2023).

Tokoh pemuda Sultra ini menegaskan jika di Blok Mandiodo hanya ada kegiatan penambangan yang dilakukan secara resmi antara pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan yang melakukan Join Operasional (JO).

“Saya pastikan disana itu hanya ada penambangan resmi, tidak ada koordinasi dengan siapapun apalagi dengan oknum petinggi Polri yang namanya diseret-seret melalui Koran Tempo,” ungkapnya.

“Beberapa pelaku penambangan di area Blok Mandiodo terus kami awasi bersama dengan Polres Konawe Utara dan Polda Sultra,” tambahnya.

Dirinya menduga apabila ada oknum yang sengaja menyebarkan isu ilegal meaning di Blok Mandiodo dengan tujuan tertentu dan menyeret nama salah satu petinggi Polri.

“Ya, mestinya Tempo lakukan investigasi secara real sebenarnya, biar mendapat data dan informasi yang valid, sehingga ini tidak membias ke publik dan kami menyarankan koran tempo sebaiknya buka cabang di Sultra agar bersama-sama kita lakukan pengawasan,” tegasnya.

Ia menambahkan pihaknya telah melakukan pertemuan dan konsolidasi bersama masyarakat lokal di Blok Mandiodo untuk melakukan pengawasan ketat di areal pertambangan dan memastikan mengenai isu tersebut tidak benar.

“Kami telah lakukan pertemuan dan konsolidasi bersama masyarakat untuk membantu Polri dalam melakukan pengawasan di areal pertambangan Blok Mandiodo,” tutupnya. (**)

Comment