KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Jumlah sampah di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami peningkatan ditahun 2022 ini dibandingkan dengan tahun 2021 lalu.
Hal tersebut disampaikan, Kepala Bidang Persampahan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari, Adi Jaya Purnama, Senin (26/12/2022).
Ia mengatakan, berdasarkan data DLHK Kota Kendari ditahun 2021 jumlah sampah mencapai 264 ton perhari, sementara untuk ditahun 2022 ini mencapai 290 ton perhari.
Untuk jumlah keseluruhan sampah ditahun 2022, pihaknya merilis untuk periode pertama tahun 2022 yakni pada Januari hingga Juni.
“Nanti kita bisa simpulkan di bulan Desember, dan rilis biasanya Januari. Tapi untuk gambarannya kami pastikan sampah tahun ini meningkat,” ungkapnya.
Ia membeberkan, peningkatan tersebut disebabkan bertambahnya jumlah penduduk yang ada di Kota Kendari.
“Apalagi Kota Kendari sebagai ibu kota Provinsi Sultra menjadi kota tujuan dari masyarakat daerah yang ada disekitarnya, katanya.
“Baik itu yang mencari pekerjaan maupun menempuh pendidikan, karena Kota Kendari juga menjadi pusat pendidikan dan jasa. Jadi untuk peningkatan itu pasti ada,” tambahnya.
Sehingga, sebagai solusi menangani peningkatan jumlah sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Kendari, pihaknya mengedukasi masyarakat memilah sampah untuk didaur ulang.
Sampah yang dipilah tentunya yang dapat dijadikan sebagai kerajinan atau didaur ulang dalam bentuk apapun yang bernilai ekonomis.
“Jadi sampah itu diupayakan tidak langsung masuk ke TPA, tapi ada pemilihan untuk didaur ulang,” tutupnya. (**)
Comment